Bisnis.com, JAKARTA – Emiten sawit milik konglomerat Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat, PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) membukukan kinerja yang positif sepanjang kuartal I/2026. Kinerja top line maupun bottom line perseroan kompak tumbuh.
Melansir laporan keuangan DSNG, perseroan mampu mencatatkan pendapatan Rp2,88 triliun pada periode yang berakhir Maret 2026. Torehan tersebut mencerminkan pertumbuhan pendapatan sebesar 7,75% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan Rp2,67 triliun pada periode yang sama 2025.
Naiknya pendapatan DSNG sejalan dengan bertumbuhnya pendapatan perseroan pada segmen industri minyak sawit mentah. DSNG membukukan pendapatan senilai Rp2,61 triliun per kuartal I/2026, naik dari Rp2,35 triliun pada periode yang sama 2025.
Meski begitu, pada segmen industri produk perkayuan, perseroan membukukan pendapatan senilai Rp235,114 miliar, turun dari periode sama tahun lalu sebesar Rp284,89 miliar. Senada, pada segmen energi terbarukan DSNG mencatatkan pendapatan senilai Rp40,20 miliar per kuartal I/2026, turun dari periode yang sama 2025 sebesar Rp43,90 miliar.
Adapun secara geografis, penjualan DSNG lebih banyak diserap oleh pasar domestik. Penjualan lokal sepanjang kuartal I/2026 tercatat sebesar Rp2,62 triliun, naik dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp2,37 triliun. Sementara itu, penjualan ekspor DSNG tercatat sebesar Rp257,21 miliar hingga akhir Maret 2026, turun dibandingkan kuartal I/2025 senilai Rp299,11 miliar.
Sejalan dengan bertumbuhnya penjualan DSNG, perseroan turut mencatatkan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 10,19% yoy menjadi Rp2,07 triliun pada periode tiga bulan pertama 2026.
Baca Juga
- Laba Emiten CPO Dharma Satya Nusantara (DSNG) Naik Jadi Rp1,84 Triliun pada 2025
- Prospek Saham AALI, TAPG, LSIP, Hingga DSNG di Tengah Tarikan CPO untuk Biodiesel
- Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah: Saham DSNG hingga BUMI Mampu Melaju
Meskipun begitu, DSNG masih mampu mencatatkan laba kotor yang bertumbuh menjadi Rp809,50 miliar per kuartal I/2026 dari Rp793,95 miliar pada periode yang sama 2025. Alhasil, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, DSNG mampu membukukan laba bersih yang bertumbuh pada periode ini.
Total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih DSNG pada periode ini mencapai Rp430,43 miliar. Angka tersebut naik 16,92% YoY dari Rp368,15 miliar pada periode yang sama 2025.
Hingga akhir Maret 2026, DSNG mencatatkan jumlah aset senilai Rp17,75 triliun. Jumlah tersebut naik tipis dari Rp17,61 triliun pada akhir Desember 2025.
Sementara itu, jumlah liabilitas DSNG mencapai Rp5,69 triliun per kuartal I/2026, turun dari Rp5,97 triliun per akhir Desember 2025. Adapun, jumlah ekuitas DSNG mencapai Rp12,06 triliun per Maret 2026, naik dari Rp11,64 triliun dibandingkan 31 Desember 2025.
Kemudian, untuk kas dan setara kas akhir periode terjadi peningkatan 5,41% yoy dari Rp603,16 miliar menjadi Rp635,77 miliar.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





