Rebound IHSG Belum Solid, Analis Sarankan Wait and See

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pada perdagangan Senin (27/4/2026) pagi, setelah turun tajam 3,38 persen pada Jumat (24/4) pekan lalu.

Rebound IHSG Belum Solid, Analis Sarankan Wait and See. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pada perdagangan Senin (27/4/2026) pagi, setelah turun tajam 3,38 persen pada Jumat (24/4) pekan lalu, sekaligus berupaya memutus tren penurunan selama lima hari berturut-turut.

Hingga pukul 10.26 WIB, IHSG menguat 0,33 persen ke level 7.153,11, dengan pergerakan yang masih fluktuatif setelah sempat tergelincir ke zona merah sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga:
BEI Cooling Down Saham Citatah (CTTH) Usai Naik Signifikan

Sebanyak 396 saham tercatat menguat, 299 saham melemah, dan 264 saham bergerak stagnan.

BRI Danareksa mencatat, Senin (27/4), kenaikan IHSG di awal sesi dinilai kurang solid karena tidak ditopang volume transaksi yang memadai, sehingga mengindikasikan penguatan masih bersifat technical rebound sementara.

Baca Juga:
Harga Nikel Melonjak Dipicu Pengetatan Pasokan Indonesia dan Sulfur Global

Secara teknikal, IHSG masih berpotensi menguji area gap di level psikologis 7.000.

Level tersebut menjadi target penutupan apabila tekanan jual kembali meningkat dalam waktu dekat.

Baca Juga:
Kevin Warsh Selangkah Lagi Jadi Ketua The Fed Baru Gantikan Jerome Powell

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar disarankan menerapkan strategi wait and see sambil menunggu konfirmasi arah rebound yang lebih valid.

Dari sisi katalis, pasar masih mencermati perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, khususnya respons Washington terhadap proposal terbaru dari Teheran untuk meredakan konflik.

Selain itu, nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis ke kisaran Rp17.200 per USD, meski masih rentan terhadap tekanan eksternal.

Sentimen domestik lainnya datang dari kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kriteria masuk indeks, yang mencakup aspek free float, likuiditas, volume perdagangan, serta sejumlah parameter lain yang berpotensi memengaruhi komposisi saham dalam indeks. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SKKK Selatpanjang Wakili Riau di Lomba Cerdas Cermat MPR Tingkat Nasional
• 21 jam laludetik.com
thumb
Paradoks Rinjani: Antara Warisan Spiritual dan Industri Wisata Lombok
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
5 Rekomendasi Drakor Baru Mei 2026, Ada My Royal Nemesis hingga The WONDERfools, Cek Jadwalnya!
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Mauricio Souza Ultimatum Pemain Persija
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina 27 April 2026
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.