REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog klinis senior sekaligus Direktur Personal Growth, Ratih Ibrahim, menanggapi fenomena momshaming yang muncul di tengah dugaan kekerasan terhadap anak dan balita di Daycare Little Aresha, Yogyakarta. la menilai tindakan menghakimi para ibu tersebut tidak adil dan termasuk tindakan yang jahat.
Menurut Ratih, para pelaku momshaming kerap bersikap seolah lebih baik atau lebih sempurna dalam hal pengasuhan anak, padahal kenyataannya tidak demikian. "Momshaming kepada para ibu ini sungguh jahat ya. Tidak adil dan jahat. Orang-orang jahat ini bukan orang-orang yang lebih baik, apalagi sempurna, baik sebagai dirinya sendiri maupun sebagai orang tua," kata Ratih saat dihubungi Republika, Ahad (26/4/2026).
Baca Juga
Pemkot Yogyakarta Data Ulang Daycare Usai Kasus Kekerasan Anak
Kekerasan di Daycare Aresha, Pemerhati Anak: Pelaku Harus Dapat Pemberatan Hukuman
KPAI Minta Pengawasan Daycare Diperketat
Kasus kekerasan terhadap anak (ilustrasi). - (pxhere)
la menegaskan pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ibu dan ayah. Menurutnya, peran ayah tidak bisa diabaikan karena kedua orang tua seharusnya berbagi tugas dalam mengurus anak dan keluarga.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ratih juga menyoroti realitas saat ini, di mana tidak semua ibu dapat menjadi pengasuh penuh waktu di rumah. Faktor ekonomi dan tuntutan profesi membuat banyak ibu harus bekerja untuk membantu menopang kebutuhan keluarga.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)