Apa Itu Family-Centric Travel? Tren Perjalanan Baru yang Mempererat Kekeluargaan

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perkembangan industri pariwisata global menunjukkan adanya pergeseran preferensi wisatawan yang semakin mengutamakan kualitas pengalaman dibanding sekadar destinasi. Salah satu tren yang kini semakin mendapat perhatian adalah family-centric travel, sebuah konsep perjalanan yang menempatkan kebersamaan keluarga sebagai inti dari pengalaman wisata.

Secara sederhana, family-centric travel merujuk pada pola perjalanan yang dirancang khusus untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga. Tidak hanya sekadar liburan bersama, konsep ini menekankan pada aktivitas yang mendorong interaksi, komunikasi, serta penciptaan momen berharga yang dapat dikenang dalam jangka panjang.

Baca Juga :
Deretan Tren Perawatan Gigi Estetik yang Didukung Teknologi Modern di 2026
Ini Penyebab Rem Motor Berubah Setelah Perjalanan Jauh

Dalam praktiknya, tren ini mendorong pelaku industri pariwisata untuk menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan relevan. 

Misalnya, penyedia akomodasi kini menawarkan program kegiatan keluarga seperti kelas memasak bersama, permainan interaktif lintas generasi, hingga paket wisata edukatif yang dapat dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa. 

Selain itu, destinasi wisata juga mulai mengembangkan fasilitas ramah keluarga, seperti ruang bermain, area edukasi, hingga tur tematik berbasis storytelling.

Fenomena ini tidak terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat modern. Di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu, liburan menjadi salah satu momen penting untuk membangun kembali kedekatan emosional dalam keluarga. Oleh karena itu, perjalanan yang memberikan nilai kebersamaan menjadi semakin diminati dibanding perjalanan yang bersifat individualistik.

Dari perspektif industri perjalanan, Brian Kennedy menyoroti bahwa keterbatasan mobilitas global akibat dinamika geopolitik justru mendorong lahirnya pendekatan baru dalam merancang pengalaman wisata yang lebih dekat, personal, dan relevan dengan kebutuhan wisatawan saat ini.

“Industri pariwisata menuntut kita untuk peka terhadap perubahan kondisi. Kita tidak hanya menjual perjalanan, tetapi menghadirkan pengalaman yang relevan dan bernilai sesuai kebutuhan wisatawan,” ujar Brian Kennedy, Director Dunia Travel, dalam keterangannya.

Ia juga menyoroti berkembangnya tren family-centric travel. Tren perjalanan ini dirancang untuk menciptakan kedekatan dan mempererat hubungan antaranggota keluarga melalui pengalaman berlibur bersama keluarga yang lebih bermakna.

Lebih lanjut, family-centric travel juga dinilai mampu memberikan dampak positif secara psikologis. Aktivitas bersama dalam suasana santai dapat meningkatkan kualitas komunikasi, memperkuat rasa saling memahami, serta menciptakan ikatan emosional yang lebih kuat di antara anggota keluarga.

Baca Juga :
IHSG Diproyeksi Rebound ke 7.700-an, Intip 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Pilihan Analis
Serba Sat-set dan Praktis, Ini Tren Baru Kuliner di Indonesia
Efek Perang Iran Makin Terasa, Industri Pariwisata Jepang Kehilangan Ribuan Turis Eropa

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siapa Siti Mawarni? Lagu Kritik Narkoba yang Viral di Sumut dan Jambi
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
14 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan
• 11 jam laludetik.com
thumb
Jumhur Hidayat: Dulu Pelindung TKI Sekarang Penjaga Lingkungan
• 25 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Qodari: Reshuffle Hak Prerogatif Presiden
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Hadiri Pelantikan Rektor Unhas, Prof Farida: Momentum Strategis Teguhkan Komitmen Cerdaskan Bangsa
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.