Inter Gagal Segel Gelar! Comeback Torino Bikin Chivu Menyesal

medcom.id
6 jam lalu
Cover Berita
Torino: Inter Milan harus menerima hasil imbang usai berhadapan dengan Torino pada pekan ke-34 Liga Italia Serie A. Padahal, Nerazzurri sempat unggul terlebih dahulu sebelum disamakan tuan rumah lewat gol Giovanni Simeone dan Nikola Vlasic.
 
Hasil ini tentu saja membuat kepastian Inter menyegel gelar scudetto terhambat. Saat ini, Inter masih kokoh di puncak klasemen dan selisih poin menjadi 10 angka dari pesaing terdekat Napoli dan menyisakan empat pertandingan lagi.
 
Allenatore Inter, Cristian Chivu mengungkapkan ada rasa penyesalan dengan hasil imbang tersebut. Dia menilai, skuatnya sudah menampilkan performa terbaik.

“Ada sedikit rasa penyesalan, karena kami sebenarnya sudah mengendalikan pertandingan, lalu kehilangan itu setelah tekanan terakhir dari mereka. Gol pertama mereka membuat kami goyah dan gol kedua adalah akibat dari situasi tersebut. Kami mencoba merespons, tetapi pada akhirnya ini adalah jenis pertandingan yang bisa dengan mudah Anda kalah. Kredit untuk Torino, mereka tidak pernah menyerah dan terus percaya hingga akhir pertandingan," ujar Chivu usai pertandingan dikutip Inter.it, Senin 27 April 2026.
 
"Saya berbicara tentang sepak bola. Saya seorang pelatih dan tugas saya adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin serta membawa ketenangan dan kejelasan. Saya bertanggung jawab atas hasil imbang ini, tetapi pada akhirnya tidak terlalu mengubah banyak hal. Masih ada empat pertandingan tersisa dan kami hanya butuh tiga poin lagi untuk mengunci gelar liga," sambungnya.

Baca Juga :

Hasil Serie A: Inter Ditahan Torino 2-2, Peluang Scudetto Tertunda

Chivu juga memberikan pernyataan terkait kondisi terkini para pemain. Dia bilang, Lautaro Martinez masih butuh waktu lagi untuk tampil fit.
 
"Masalah cedera? Çalhanoğlu dan Dumfries belum dalam kondisi terbaik. Untuk Lautaro, perjalanannya untuk kembali masih panjang. Saya hampir memberikan beberapa menit bermain untuk Bastoni di babak kedua, meskipun dia belum sepenuhnya fit. Namun, memang tidak mudah bermain di stadion seperti ini pada fase akhir musim," jelas Chivu.
 
"Ketika Anda unggul 2-0, Anda bisa mulai berpikir pertandingan akan mudah karena belum benar-benar mendapat tekanan. Tapi ketika kebobolan, ketegangan mulai muncul. Jika beberapa momen tidak berpihak, Anda bisa saja kebobolan lebih banyak," tutur Chivu.
 
"Saya pernah berada di ruang ganti sebagai pemain, jadi saya paham apa yang dirasakan para pemain dalam situasi seperti ini, dan apa artinya bermain untuk Inter. Anda harus menerima kondisi tersebut, selalu jujur, dan tetap konsisten tanpa meninggalkan prinsip," pungkasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekening Dormant Jadi Celah Kejahatan, Rp204 Miliar Raib dalam 17 Menit!
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hari Otonomi Daerah ke-30, Mendagri Dorong Inovasi Layanan Publik
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Prajurit Wanita Paspampres Tampilkan Aksi Atraktif di Istana, Semarakkan Semangat Kartini
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Gubernur BI Ungkap 3 Tantangan Besar Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global, Termasuk Mengembalikan Pelaku Usaha
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prabowo Hadir di Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
• 18 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.