Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok telah menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu dengan nilai mencapai Rp1 miliar di wilayah Jakarta Utara.
Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Habibie mengatakan, jika pengungkapan ini terkuak berawal dari adanya laporan masyarakat terkait aktivitas peredaran narkoba di kawasan Warakas dan sekitarnya sejak Maret 2026.
“Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan observasi di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi transaksi,” kata dia pada Senin, 27 April 2026.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pihaknya telah memperoleh informasi lanjutan mengenai rencana transaksi narkotika di kawasan ruko Sunter Mall, Jakarta Utara.
“Petugas selanjutnya melakukan pengamatan dan surveillance di lokasi. Sekitar pukul 15.00 WIB, tim mencurigai beberapa pria yang berada di sekitar lokasi tersebut,” ungkapnya.
“Kemudian, petugas mendekati dan memperkenalkan diri sebagai anggota kepolisian dari Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” terusnya.
Dalam pemeriksaan awal, salah satu pria mengaku berinisial SM (30). Petugas kemudian melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap yang bersangkutan.
Dari hasil penggeledahan, ditemukan sejumlah paket sabu yang disimpan di dalam sepeda motor milik pelaku.
“Berdasarkan hasil interogasi awal, SM mengaku mendapatkan perintah dari seseorang berinisial GNS yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk mengantarkan narkotika tersebut,” terangnya.
Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain empat paket narkotika jenis sabu dengan rincian berat bruto seperti paket a berisi 252 gram, paket b 221 gram, paket c 245 gram, dan paket d 250 gram.
Sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika tersebut, termasuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat.
Editor: Redaktur TVRINews





