Menlu Iran Akan Temui Putin di Tengah Upaya Jaga Jalur Dialog dengan AS

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan Pakistan menuju Rusia, menurut Kementerian Luar Negeri Iran, di tengah upaya para mediator mempertahankan peluang pembicaraan lanjutan antara Teheran dan Amerika Serikat (AS).

Melansir Al Jazeera, Araghchi sebelumnya menyelipkan kunjungan ke Muscat, Oman, di antara lawatannya ke ibu kota Pakistan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Rusia pada Senin, 27 April 2026. 

Meski demikian, belum ada indikasi bahwa perundingan langsung antara Iran dan AS akan kembali digelar.

Sebagai tanda bahwa upaya tidak langsung masih berlangsung, kantor berita Fars melaporkan Iran telah mengirimkan “pesan tertulis” kepada pihak AS melalui mediator Pakistan.

Pesan tersebut disebut berkaitan dengan sejumlah garis merah Republik Islam Iran, termasuk isu nuklir dan Selat Hormuz.

Namun, kantor berita Fars menegaskan bahwa pesan-pesan itu bukan bagian dari negosiasi formal.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu memperpanjang tanpa batas gencatan senjata yang disepakati Washington dan Teheran pada 7 April, yang sebagian besar menghentikan pertempuran sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Meski begitu, penyelesaian permanen masih belum tercapai, sementara guncangan ekonomi akibat perang terus terasa secara global.

Iran secara efektif memblokir Selat Hormuz, memutus aliran besar minyak, gas alam, dan pupuk ke pasar dunia sehingga harga melonjak. Sebagai balasan, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Harapan sempat muncul untuk putaran pembicaraan baru pada Sabtu ketika utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan mengunjungi Islamabad. Namun Trump kemudian membatalkan lawatan itu dengan alasan tidak ada gunanya “duduk berbicara tanpa hasil.”

Ia juga mengatakan bahwa jika Iran ingin berbicara, Teheran dapat datang langsung atau menghubungi Washington. Iran Masih Ragu pada Keseriusan AS Pada Sabtu, Araghchi bertemu Panglima Militer Pakistan Asim Munir, yang menjadi mediator penting, serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar sebelum terbang ke Muscat. Ia kemudian kembali lagi ke Islamabad pada Minggu.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa di Rusia, Araghchi akan melakukan pembicaraan dengan “para pejabat senior.”

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengonfirmasi kunjungan tersebut, namun tidak menyebutkan apakah Araghchi akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Di tengah rangkaian pertemuan intens itu, Araghchi menunjukkan skeptisisme terhadap niat Washington. Ia mengatakan masih belum melihat apakah AS benar-benar serius menempuh jalur diplomasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelindo Multi Terminal Catat Pertumbuhan Bongkar Muat Nonpetikemas di Branch Gresik
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Wakil Ketua MPR Dorong Penguatan Data Kebudayaan untuk Dukung Pembangunan Nasional Berkelanjutan
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Harga Emas Antam Turun Rp16 Ribu Jadi Rp2,809 Juta/Gram Hari Ini
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
7 Cara Efektif Mengatasi Sugar Cravings Secara Alami
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jakarta dan Shenzhen Kerja Sama Transportasi, Kembangkan Kawasan TOD
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.