Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (27/4). Pertemuan tersebut berlangsung di tengah kabar perombakan susunan Kabinet Merah Putih yang akan dilakukan pada hari ini.
Bahlil enggan menjelaskan lebih jauh mengenai rencana reshuffle kabinet yang dikabarkan akan berlangsung pada pukul 15.00 WIB nanti. “Ya, nanti kita lihat,” kata Bahlil usai bertemu dengan Prabowo.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga irit bicara saat menanggapi pertanyaan apakah reshuffle menjadi topik pembicaraan dalam pertemuan dengan Prabowo tersebut. "Ada semuanya harus disampaikan, ada semuanya yang tidak perlu disampaikan," ujarnya.
Pertemuan dengan presiden kali ini, ia mengatakan, lebih banyak membahas upaya mencari alternatif untuk menekan ketergantungan impor liquefied petroleum gas (LPG). Ia menyebut konsumsi elpiji nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun, sedangkan produksi dalam negeri hanya sekitar 1,7 juta ton.
Pemerintah tengah mengkaji sejumlah opsi substitusi, mulai dari pengembangan dimethyl ether (DME) berbasis batu bara berkalori rendah hingga pemanfaatan compressed natural gas (CNG). "Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik," kata Bahlil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata.co.id dari beberapa sumber dan pejabat, Presiden akan mengganti sejumlah pos, mulai dari kepala badan, menteri-menteri, hingga menteri koordinator (menko). "Reshuffle dilakukan bertahap, awalnya adalah kepala badan. Waktu pengumumannya kemungkinan besar pada Senin besok," kata seorang sumber pada Minggu (26/4).
Beberapa pos kepala badan akan diganti pada sore ini adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dan Kepala Badan Karantina Nasional.
Muhammad Qodari, Kepala KSP, akan bergeser menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom. Sedangkan Kepala KSP akan dijabat oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, yang saat ini merupakan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional. Adapun, Kepala Badan Karantina akan ditempati oleh Abdul Kadir Karding, politisi Partai Kebangkitan Bangsa yang sempat menjabat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) 2024-2025.
Selain itu, mantan Kepala PCO (President Communication Office) Hasan Nasbi bakal memangku jabatan baru sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari angkat bicara soal kemungkinan dirinya digeser menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom. "Itu semua prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden," kata Qodari dalam pesan singkat, Senin (27/4).




