Bisnis.com, JAKARTA –Indeks Bisnis-27 melakukan evaluasi rutin terhadap konstituen indeks untuk periode 4 Mei 2026–30 Oktober 2026. Sebanyak delapan emiten masuk sebagai konstituen baru dalam Indeks Bisnis-27 pada periode tersebut.
Sebagai salah satu indeks acuan di BEI, Indeks Bisnis-27 telah melakukan evaluasi konstituen indeks atau rebalancing secara berkala dalam 6 bulan sekali yang dilaksanakan pada April dan Oktober. Rebalancing dilakukan untuk memastikan bahwa daftar saham di dalam Indeks Bisnis-27 tetap relevan dan akurat dalam mencerminkan dinamika kondisi pasar saham terkini.
Proses evaluasi konstituen Indeks Bisnis-27 telah dilaksanakan oleh Komite Indeks Bisnis-27 pada Selasa, 14 April 2026. Dalam rebalancing kali ini, Komite Indeks Bisnis-27 terdiri atas Director PT Bahana TCW Investment Management Doni Firdaus, Head of Asean and Indonesia Research Citigroup Indonesia Ferry Wong, Director of Risk Governance & Process Optimization PT Henan Sekuritas Anjar Widodo, Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Andry Asmoro, dan Direktur Strategis PT Jurnalindo Aksara Grafika Maria Y. Benyamin.
Rebalancing indeks hasil kerja sama PT Jurnalindo Aksara Grafika selaku penerbit harian Bisnis Indonesia dengan PT Bursa Efek Indonesia itu dilakukan dengan merujuk pada metodologi indeks yang dirumuskan oleh Komite Indeks Bisnis-27.
Penyusunan Indeks Bisnis-27 menggunakan metodologi Free Float Market Value Weighted Index dengan mempertimbangkan assessment pada aspek teknikal pada data perdagangan secara historis, aspek fundamental untuk mengukur kinerja perusahaan, dan aspek akuntabilitas konstituen yang berdasarkan pada good corporate governance.
Terdapat delapan emiten baru yang masuk dalam perhitungan Indeks Bisnis-27 untuk menggantikan delapan emiten sebelumnya. Delapan emiten yang baru masuk ke dalam Indeks Bisnis-27, yaitu PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).
Baca Juga
- Indeks Bisnis-27 Menghijau di Awal Pekan, Ditopang Saham BRPT, INCO, BUMI
- Saham Baru Indeks Bisnis-27, Laba AKRA, BRMS, ICBP Moncer
- Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, ADRO dan PGEO Cs Tetap Cuan
Dalam daftar terbaru, konstituen Indeks Bisnis-27 didominasi oleh emiten dari sektor energi, sektor barang baku, sektor barang konsumen primer, dan sektor keuangan. Sektor-sektor tersebut dinilai potensial di tengah gejolak pasar saham yang dipengaruhi oleh sentimen geopolitik perang di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi, serta reformasi pasar modal Indonesia dan implementasi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hasil rebalancing Indeks Bisnis-27 tersebut berlaku efektif untuk periode 4 Mei 2026–30 Oktober 2026. Penetapan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para investor dalam mencermati pergerakan saham-saham dengan fundamental dan likuiditas yang baik di Bursa Efek Indonesia.
Berikut Daftar Konstituen Indeks BISNIS-27 Periode 4 Mei 2026 - 30 Oktober 2026:No
Kode
Nama Emiten
Sektor
1
ANTM
PT Aneka Tambang (persero) Tbk.
Barang Baku
2
BRMS
PT Bumi Resources Minerals Tbk.
Barang Baku
3
INCO
PT Vale Indonesia Tbk.
Barang Baku
4
INKP
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
Barang Baku
5
MBMA
PT Merdeka Battery Materials Tbk.
Barang Baku
6
MAPI
PT Mitra Adiperkasa Tbk.
Barang Konsumen Non-Primer
7
AMRT
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
Barang Konsumen Primer
8
CPIN
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk,
Barang Konsumen Primer
9
ICBP
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Barang Konsumen Primer
10
JPFA
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.
Barang Konsumen Primer
11
TAPG
PT Triputra Agro Persada Tbk.
Barang Konsumen Primer
12
ADRO
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.
Energi
13
AKRA
PT AKR Corporindo Tbk.
Energi
14
BUMI
PT Bumi Resources Tbk.
Energi
15
DEWA
PT Darma Henwa Tbk.
Energi
16
MEDC
PT Medco Energi Internasional Tbk.
Energi
17
PGAS
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
Energi
18
PTBA
PT Bukit Asam (Persero) Tbk.
Energi
19
TLKM
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Infrastruktur
20
KLBF
PT Kalbe Farma Tbk.
Kesehatan
21
MIKA
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.
Kesehatan
22
BBCA
PT Bank Central Asia Tbk.
Keuangan
23
BBNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Keuangan
24
BBRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Keuangan
25
BMRI
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Keuangan
26
ASII
PT Astra International Tbk.
Perindustrian
27
UNTR
PT United Tractors Tbk.
Perindustrian





