Penataan Pulau Penyengat Capai 25 Hektare, Kementerian PU Ubah Kawasan Kumuh Jadi Destinasi Wisata Budaya

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penataan kawasan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat fungsi pulau tersebut sebagai destinasi wisata budaya Melayu.

Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Cipta Karya, penataan kawasan Pulau Penyengat dilakukan secara bertahap sejak 2022.

BACA JUGA:Pendaftaran Kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir Dibuka, Intip Syarat dan Jadwal Lengkapnya di Sini

Perkembangan terbaru, pihak Kementerian PU telah menjangkau area seluas 25 hektare yang sebelumnya teridentifikasi sebagai kawasan kumuh.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur kawasan tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik wilayah, tetapi juga menjadi instrumen sosial-ekonomi untuk memperkuat ketahanan masyarakat.

"Melalui penataan kawasan, kita memastikan layanan dasar, seperti air minum, sanitasi, dan ruang publik, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Menteri Dody, Senin, 27 April 2026.

Penanganan dilakukan melalui pendekatan terpadu yang mencakup peningkatan infrastruktur dasar, seperti peningkatan kualitas jalan lingkungan dan pembangunan jaringan drainase.

Tak hanya itu, penyediaan air minum melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), pengelolaan air limbah domestik melalui septic tank komunal hingga penyediaan Ruang Terbuka Publik (RTP).

BACA JUGA:PT Asri Karya Lestari Tbk Umumkan Hasil RUPS, Ini Susunan Pengurus Baru

Perbaikan infrastruktur dasar tersebut memberi dampak langsung bagi masyarakat antara lain mempermudah mobilitas warga dan wisatawan, mengurangi genangan, serta memperbaiki kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan. 

Kondisi kawasan yang lebih tertata juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat pesisir.

"Memasuki tahap lanjutan pada 2025, penataan difokuskan pada penguatan identitas Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata budaya," tuturnya.

Intervensi dilakukan melalui penataan Plaza Penyambut Tamadun Melayu, pelataran balai adat, penataan lanskap kawasan, pembangunan ruang cerita (storytelling dan artwork), serta peningkatan kualitas jalan lingkungan.

Dody bilang, penataan kawasan tersebut juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal seiring meningkatnya kunjungan wisata dan berkembangnya layanan wisata berbasis masyarakat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Wamenko Pangan, Hanif Faisol Punya Harta Rp 4,1 Miliar
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Dukungan publik iringi Veda Ega finis keenam di Moto3 Jerez
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Sisa Lima Laga Super League, Degradasi Masih Membayangi Klub Papan Tengah
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Hanif Faisol Dilantik Jadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Terjepit Biaya Produksi, Food Station Usul Penyesuaian HET Beras di Jakarta
• 45 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.