JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah ritme kerja yang padat dan waktu yang serba terbatas, warung tegal atau warteg tetap menjadi pilihan utama banyak pekerja di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan paling dasar, makan.
Sejak pagi, warteg sudah dipadati pelanggan dari berbagai latar belakang, seperti pengemudi ojek online, buruh proyek, hingga pegawai kantoran.
Mereka datang bukan untuk pengalaman kuliner, melainkan efisiensi: makan cepat, harga terjangkau, dan cukup mengenyangkan untuk melanjutkan aktivitas.
Ifdal (32), pengemudi ojek online, menyebut warteg sebagai pilihan paling rasional dalam kesehariannya.
Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia membutuhkan tempat makan yang fleksibel secara harga.
“Kalau di gerai cepat saji bisa Rp 40.000 sampai Rp 60.000 sekali makan. Di warteg saya bisa makan nasi, sayur, tempe, sama ayam atau ikan, itu sudah kenyang,” ujar Ifdal saat ditemui di kawasan Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Menurut dia, keunggulan warteg bukan hanya soal harga, tetapi juga kebebasan memilih menu sesuai kondisi keuangan. Saat penghasilan sedang menurun, ia bisa tetap makan dengan memilih lauk sederhana.
Baca juga: Pak Guru Azis Akhirnya Tak Perlu Lagi Mengayuh Sepeda ke Sekolah
Pilihan Lintas Kalangan
Warteg tidak lagi identik dengan kelompok tertentu. Saras (21), mahasiswa yang sedang magang di Gambir, menjadikannya sebagai cara menekan pengeluaran harian.
“Kalau ke kafe bisa habis Rp 50.000 lebih. Warteg itu paling aman, makan lengkap dan bisa pilih sesuai mood,” ujarnya.
Ia juga melihat warteg kini semakin inklusif. Pelanggannya datang dari berbagai kalangan, termasuk anak muda dan pegawai kantoran.
Pengalaman serupa dirasakan Chandra (46), pegawai swasta di Gondangdia. Baginya, warteg menawarkan efisiensi waktu yang tidak bisa ditemukan di restoran.
“Di warteg itu cepat, tinggal tunjuk lauk. Enggak perlu antre lama,” kata dia.
Selain praktis, ia menyukai cita rasa rumahan yang sederhana. “Di sini enggak ada sekat. Semua sama-sama makan,” ujarnya.
Tia (38), petugas kebersihan, juga mengandalkan warteg sebagai solusi makan sehari-hari. Dengan tanggung jawab ekonomi keluarga, ia harus mengatur pengeluaran secara ketat.