Pantau - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan seni memiliki peran fundamental dalam membentuk identitas kota saat pidato kebudayaan pada pembukaan Dies Natalis ke-56 Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Taman Ismail Marzuki, Senin (27/4).
Seni sebagai Jiwa Kota JakartaRano Karno menyatakan tanpa seni, Jakarta hanya akan menjadi kumpulan infrastruktur tanpa makna.
"Kehadiran seni membuat kota lebih hidup, reflektif, dan humanis. Jakarta tanpa seni hanyalah kumpulan beton. Namun, Jakarta dengan seni adalah kota yang punya jiwa yang mampu mengingat, mengkritik, hingga menciptakan kembali dirinya,” ujarnya.
Ia menambahkan seniman tidak hanya bertugas mencipta karya, tetapi juga menjaga ekosistem seni serta mampu beradaptasi secara global tanpa meninggalkan identitas lokal.
"Menjadi global tidak boleh membuat kita asing terhadap akar sendiri,” katanya.
Peran IKJ dalam Pembangunan BudayaRano menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang IKJ sebagai mitra strategis dalam membangun kota yang berbudaya dan inklusif.
Menurutnya, IKJ berperan sebagai pusat lahirnya gagasan kreatif yang mampu menjawab tantangan urban di Jakarta.
“Dari IKJ kita berharap lahir gagasan tentang bagaimana membuat Jakarta lebih manusiawi, berbudaya, inklusif, dan berani menyapa dunia. Seni memiliki cara yang ajaib untuk merawat ingatan, sering kali lebih jujur daripada pidato pejabat,” ujarnya.
Pemerintah berharap IKJ terus menjadi laboratorium kreatif yang melahirkan ide-ide besar bagi perkembangan budaya dan identitas kota Jakarta.




