Profil M Qodari, 3 Kali Dilantik di Era Prabowo, Kini Pimpin Badan Komunikasi Pemerintah

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Muhammad Qodari atau yang lebih sering disapa M Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/44/2026). Qodari menggantikan Angga Raka Prabowo.

Qodari, lahir pada 15 Oktober 1973 di Palembang, Sumatra Selatan, dikenal sebagai seorang pengamat, konsultan politik sekaligus peneliti.

Advertisement

BACA JUGA: Profil Hanif Faisol, Doktor Kehutanan yang Diangkat Jadi Wamenko Pangan

Karier Qodari dimulai dari ranah akademis. Ia meraih gelar Sarjana Psikologi Sosial dari Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1997. Ia kemudian melanjutkan studi ke University of Essex, Inggris, mempelajari Political Behavior untuk jenjang magister, yang diselesaikan sekitar 2002.

Kemudian, pada 2016, Qodari meraih gelar doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui disertasi berjudul "Split-Ticket Voting dan Faktor-Faktor yang Menjelaskannya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014," dengan predikat sangat memuaskan.

Pekerjaan profesionalnya juga cukup panjang. Qodari memulai karier sebagai peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) antara Mei 1999 hingga September 2001. Ia lanjut menjadi peneliti di Center for Strategic and International Studies (CSIS) hingga Juli 2003, serta menjabat sebagai Chief Editor Majalah Kandidat dan Campaign and Election Magazine pada 2003–2004.

Qodari juga pernah menjabat Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2003–2005, kemudian Wakil Direktur Eksekutif LSI hingga Oktober 2006. Peralihan kariernya menuju lembaga independen terjadi saat ia mendirikan Indo Barometer pada November 2006 dan hingga kini menjadi Direktur Eksekutif lembaga tersebut.

Nama Muhammad Qodari di dunia politik semakin mencuat ketika dia bergabung menjadi relawan Jokowi-Prabowo (Jokpro) dan menjadi salah satu pendukung pemerintahan Jokowi.

Dalam posisi itu, Qodari sempat menyampaikan gagasan kotroversial yang mendorong perpanjangan jabatan presiden. Pandangan itu menimbulkan pro-kontra, namun membuat sosoknya semakin diperhitungkan di peta politik nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Tembus Perempat Final Madrid Open 2026 Usai Menang Dua Set Langsung
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Reshuffle Kabinet: Dudung Dilantik Jadi KSP, Qodari Bakom
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Profil 3 Perusahaan Tekstil yang Bangun Pabrik Rp1 Triliun di Subang Smartpolitan
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Piala Uber 2026: Thalita Wiryawan Termotivasi Putri KW
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
PBVSI Andalkan Megawati Hangestri Pimpin Timnas Voli Putri untuk Tiga Turnamen 2026, Padahal “Megatron” Masih Cedera Lutut
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.