EtIndonesia. Komando Pusat AS menyatakan bahwa pada 25 April, helikopter Angkatan Laut dari kapal perusak USS Pinckney mencegat sebuah kapal dagang dari “armada bayangan” yang mencoba menerobos di Arabian Sea, dan saat ini sedang “mengawal” kapal tersebut kembali ke Iran.
Militer AS menyebut kapal bernama Sevan itu merupakan bagian dari “shadow fleet” (armada bayangan). Armada ini terdiri dari 19 kapal yang bertugas mengangkut minyak dan gas Iran ke pasar luar negeri.
United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa helikopter dari USS Pinckney bertindak sesuai instruksi atasan untuk mengawal kapal Sevan kembali ke Iran.
CENTCOM menambahkan bahwa armada bayangan tersebut telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS karena membantu menyalurkan minyak dan gas Iran senilai miliaran dolar ke pasar internasional.
AS Terapkan Blokade MaritimPada 13 April, CENTCOM mengeluarkan pemberitahuan kepada para pelaut bahwa militer AS akan menerapkan blokade di perairan Gulf of Oman dan Laut Arab, di sebelah timur Strait of Hormuz.
Langkah ini berlaku untuk semua kapal yang melintas, tanpa memandang bendera negara.
Dalam pemberitahuan tersebut disebutkan: “Setiap kapal yang masuk atau keluar dari area blokade tanpa izin dapat dicegat, dialihkan, atau ditahan.”
Blokade mulai berlaku pada 13 April pukul 14.00 waktu GMT.
Namun, pemberitahuan juga menegaskan bahwa langkah ini tidak akan menghalangi pelayaran “netral” melalui Selat Hormuz yang menuju atau berasal dari tujuan non-Iran. (Hui)
Sumber : ntdtv.com





