JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih mendalami dugaan adanya sindikat narkoba di balik kasus penyekapan seorang anak di bawah umur oleh warga negara asing (WNA) di Ancol, Jakarta Utara.
“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap jaringan yang lebih besar," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Bongkar Dugaan Penyekapan Anak oleh WNA di Jakut, Polisi Sita Ratusan Vape Narkoba
Penyidik masih mengembangkan dugaan jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan sindikat narkoba lintas negara yang melibatkan WNA.
"Tidak menutup kemungkinan ini merupakan bagian dari sindikat narkoba yang terorganisir, termasuk keterlibatan pelaku lain,” tutur dia.
Saat mengungkap kasus penyekapan anak di bawah umur, polisi menemukan 312 catridge berisi zat etomidate siap edar, cairan etomidate dalam botol, alat produksi sederhana, hingga bahan campuran perasa dalam penggeledahan di lokasi tersebut.
Temuan tersebut membuat pengungkapan kasus itu tidak hanya terkait dugaan penyekapan tetapi juga penyalahgunaan narkotika.
"Pengungkapan ini tidak hanya terkait dugaan penyekapan, namun juga mengarah pada penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis baru dalam bentuk cartridge vape yang mengandung etomidate," tambah Budhi.
Untuk diketahui, dugaan penyekapan anak tersebut terungkap setelah Polres Metro Jakarta Utara menerima laporan masyarakat, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
"Setibanya di lokasi, petugas mendapati seorang wanita yang diduga menjadi korban penyekapan serta seorang pria warga negara asing berinisial CH (50) yang diduga sebagai pelaku," kata Budhi.
Baca juga: Hotman Paris Unggah Kasus Anak di Bawah Umur Diduga Disekap WNA di Jakut, Polisi Selidiki
Kasus tersebut juga sempat diunggah oleh akun Instagram pengacara Hotman Paris, @hotmanparisofficial.
Dalam unggahan berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp, disebutkan adanya seorang anak di bawah umur yang disekap oleh seorang WNA di sebuah hotel.
Selain itu, ditemukan pula sejumlah narkoba dan uang di lokasi kejadian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang