Tel Aviv: Agenda pemberian kesaksian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sidang kasus korupsinya kembali ditunda hanya satu jam sebelum persidangan dijadwalkan dimulai.
Menurut laporan Harian Israel Yedioth Ahronoth yang dikutip TRT World, menyebut penundaan tersebut diajukan oleh pengacara Netanyahu, Amit Hadad, dengan alasan “keamanan” yang tidak dijelaskan secara rinci.
Sidang pada Senin, 27 April 2026 ini sebelumnya dijadwalkan berlangsung setelah jeda panjang akibat perang dengan Iran.
Netanyahu menghadapi dakwaan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga perkara yang dikenal sebagai Kasus 1000, 2000, dan 4000. Jaksa telah mengajukan dakwaan atas ketiga kasus tersebut sejak November 2019.
Dalam Kasus 4000, Netanyahu dituduh mendorong keputusan regulasi yang menguntungkan Shaul Elovitch, mantan pemilik situs berita Walla dan mantan eksekutif perusahaan telekomunikasi Bezeq, sebagai imbalan atas pemberitaan positif.
Sidang sebelumnya juga sempat ditunda pada 20 April dengan alasan “keamanan-diplomatik.” Saat ini, proses hukum masih berada pada tahap pemeriksaan silang terhadap kesaksian Netanyahu.
Netanyahu pertama kali memberikan kesaksian pada Desember 2024, sementara jaksa mulai melakukan pemeriksaan silang pada Juni 2025 setelah 36 sesi pembelaan.
Selain menghadapi sidang korupsi, Netanyahu juga menjadi subjek surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional yang dikeluarkan pada November 2024 atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Baca juga: Dua Eks PM Israel Bersatu untuk Lengserkan Netanyahu di Pemilu Mendatang




