Grid.ID - Ibadah haji merupakan perjalanan suci yang tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Setiap prosesnya dipenuhi doa sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Perjalanan menuju Tanah Suci juga termasuk safar panjang. Dalam Islam, safar menjadi momen mustajab untuk memanjatkan doa.
Rasulullah SAW bahkan menyebut doa musafir sebagai salah satu doa yang dikabulkan. Hal ini menjadi alasan jamaah dianjurkan memperbanyak doa sepanjang perjalanan.
“ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ...”
Artinya: “Ada tiga doa yang mustajab, yaitu doa orang tua, musafir, dan orang yang dizalimi.”
Perjalanan haji dimulai sejak jamaah meninggalkan rumah. Pada tahap ini, umat Islam dianjurkan membaca doa perlindungan.
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نَزِلَّ أَوْ نَضِلَّ...
Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, Allāhumma innā na‘ūdzu bika min an nazilla au nadhilla...
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, kami bertawakal kepada Allah. Ya Allah, lindungi kami dari tersesat dan keburukan.”
Selain itu, jamaah juga dianjurkan berpamitan kepada keluarga dengan doa khusus. Doa ini sebagai bentuk menyerahkan perlindungan kepada Allah SWT.
أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
Astawdi’ukallāhal-ladzī lā taḍī’u wadā’i’uh
Artinya: “Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan titipan-Nya.”
Sebaliknya, keluarga yang ditinggalkan juga membalas dengan doa untuk jamaah. Hal ini menjadi penguat spiritual selama perjalanan.
أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Astawdi’ullāha dīnak, wa amānatak, wa khawātīma ‘amalik
Artinya: “Aku menitipkan agamamu dan amalmu kepada Allah.”
Saat sudah berada di kendaraan, jamaah dianjurkan membaca doa safar. Doa ini sebagai bentuk pengakuan bahwa perjalanan terjadi atas izin Allah.
بِسْمِ اللَّهِ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا...
Bismillāhi, subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā...
Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami.”
Ketika perjalanan dimulai, doa kembali dianjurkan untuk memperkuat tawakal kepada Allah SWT.
بِسْمِ اللَّهِ، وَبِاللَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ...
Bismillāhi, wa billāhi wallāhu akbar...
Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya, tiada daya selain pertolongan-Nya.”
Selain itu, terdapat doa agar perjalanan haji dimudahkan dan penuh keberkahan. Doa ini sering dibacakan saat pelepasan jamaah.
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ...
Zawwadakallāhut-taqwā wa ghafara dzanbaka...
Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa dan mengampuni dosamu.”
Harapan terbesar setiap jamaah adalah meraih haji mabrur. Karena itu, doa khusus juga dipanjatkan untuk memohon penerimaan ibadah.
اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًا مَبْرُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا
Allāhummaj’alhā hajjan mabrūran wa dzanban maghfūran
Artinya: “Ya Allah, jadikan hajinya mabrur dan dosanya diampuni.”
Setibanya di Tanah Suci, jamaah kembali dianjurkan membaca doa. Doa ini sebagai bentuk syukur sekaligus permohonan kebaikan.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا...
Allāhumma innī as’aluka khairahā wa khaira ahlihā...
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kebaikan tempat ini dan perlindungan dari keburukannya.”
Perjalanan haji bukan sekadar perpindahan tempat. Ibadah ini merupakan perjalanan spiritual yang sarat makna dan pengorbanan.
Setiap doa yang dipanjatkan menjadi penguat iman bagi jamaah. Dengan memperbanyak doa, diharapkan perjalanan haji berjalan lancar dan penuh berkah.(*)
Artikel Asli




