Program MBG dan Penguatan Pangan Kunci Penurunan Kemiskinan Ekstrem

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Pemerintah menyebut program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan sektor pangan menjadi faktor utama di balik penurunan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar, dalam konferensi pers usai Rapat Tingkat Menteri terkait evaluasi pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem yang digelar di Plaza BP Jamsostek, Kuningan, Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Menurutnya, program-program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat terbukti memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan.

"Yang paling berdampak tentu program Makan Bergizi Gratis, kemudian kedaulatan pangan," ujar Muhaimin kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Kemudian ia menjelaskan, intervensi di sektor pangan seperti ketersediaan pupuk telah mendorong produktivitas petani. Hal ini berdampak pada meningkatnya nilai tukar petani (NTP), yang berujung pada perbaikan pendapatan masyarakat.

Tak hanya petani, sektor kelautan juga menunjukkan tren positif. Nelayan dinilai ikut merasakan dampak dari kebijakan yang berfokus pada penguatan sektor riil.

"Program-program yang langsung konkret bisa dirasakan akibat skala prioritas yang tepat," ucapnya.

Pemerintah pun optimistis bahwa penguatan ketahanan pangan dan energi ke depan akan semakin memperkuat sektor industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Muhaimin menyampaikan bahwa angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan dari 1,28 persen menjadi 0,78 persen. Jumlah penduduk miskin ekstrem juga turun dari 3,56 juta menjadi 2,2 juta orang.

Pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun ini melalui penguatan koordinasi, sinkronisasi program, serta fokus intervensi yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah juga memastikan kebijakan anggaran tetap diarahkan agar berdampak langsung bagi masyarakat, baik melalui perlindungan sosial maupun penciptaan peluang kerja.

Muhaimin menegaskan, pemerintah saat ini masih memprioritaskan penanganan kemiskinan ekstrem sebelum memperluas intervensi ke kelompok rentan miskin.

"Yang paling pokok kita tuntaskan dulu yang miskin ekstrem," tegasnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Andre Rosiade Temui Dirut Telkomsel, Dorong Bangun Tower BTS di Langgai Pessel
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Dimulai, Dukung Kemajuan Motorsport dan Pembalap Muda RI
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Otonomi Daerah Berjalan 30 Tahun, Ahmad Luthfi Dorong Kemandirian Fiskal
• 16 jam laludetik.com
thumb
Potret Evakuasi Tabrakan KA-KRL Bekasi Timur, Penumpang Terjebak
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasan Nasbi Bicara Jadi Utusan Khusus Presiden: Kalau Diperintah, Saya Siap
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.