jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP HIKMAHBUDHI) secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah (Ditjen Bimas Buddha) untuk melakukan pemasangan Chatra (payung agung) pada stupa utama Candi Borobudur.
Dukungan ini didasarkan pada tinjauan komprehensif yang menyelaraskan nilai-nilai spiritualitas Buddhisme dengan koridor hukum yang berlaku di Indonesia.
BACA JUGA: HIKMAHBUDHI Apresiasi Kapolri Atas Komitmen dan Tindakan Tegas untuk Memusnahkan Narkoba
Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI Candra Aditiya menegaskan pemasangan Chatra bukan sekadar urusan estetika arsitektur, melainkan sebuah upaya pengembalian muruah sakral dan penyempurnaan simbolisme religius dari candi tersebut.
"HIKMAHBUDHI memandang langkah ini merupakan implementasi nyata dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dalam UU tersebut, pemanfaatan cagar budaya diperbolehkan untuk kepentingan agama, sosial, dan kebudayaan selama tetap menjaga kelestariannya," ujar Chandra Aditya dalam keterangannya pada Senin (27/4/2026).
BACA JUGA: HIKMAHBUDHI Apresiasi Polri Atas Kerja Pengamanan Aksi Demonstrasi
Dia menilai pemasangan Chatra ini sejalan dengan mandat undang-undang untuk memfungsikan cagar budaya sebagai sumber inspirasi dan pengembangan nilai-nilai luhur bangsa.
"Ini adalah bentuk restorasi yang menghormati aspek historis sekaligus fungsionalitas religi bagi umat Buddha," ujar Candra Aditya.
BACA JUGA: Jandi Mukianto Minta Pemerintah Pertahankan Stairlift di Candi Borobudur
HIKMAHBUDHI juga menyoroti Chatra mengandung nilai spiritual yang sangat tinggi. Dalam tradisi Buddhis, Chatra adalah simbol:
* Perlindungan: Melindungi dharma dari segala rintangan dan kekeliruan.
* Keagungan: Menandakan penghormatan tertinggi kepada Sang Buddha.
* Kesempurnaan: Melengkapi struktur stupa sebagai representasi perjalanan menuju pencerahan (Nirvana).
Menurut Candra Aditya, HIKMAHBUDHI berharap dengan terpasangnya Chatra, Candi Borobudur tidak hanya menjadi destinasi wisata global, tetapi benar-benar memancarkan energi kedamaian dan kesempurnaan bagi Indonesia dan dunia.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




