Sinopsis Film The Bell: Panggilan untuk Mati, Teror Penebok Bangkit dari Lonceng Keramat dan Siap Tebar Maut Tanpa Ampun!

grid.id
17 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Film The Bell: Panggilan untuk Mati merupakan film horor hasil kolaborasi rumah produksi MBK Productions dan Sinemata Productions yang menghadirkan sosok Penebok sebagai ikon horor baru dari folklore lokal. Kehadiran Penebok memberikan warna berbeda dengan sentuhan budaya yang masih jarang diangkat ke layar lebar.

Film ini diperankan oleh Bhisma Mulia (Danto), Ratu Sofya (Airin), Mathias Muchus (Tuk Baharun), Shalom Razade (Isabel), Septian Dwi Cahyo (dr. Usman), Givina Lukita Dewi (Saidah), serta Maulidan Zuhri (Hanafi). Deretan pemain ini menghadirkan karakter kuat yang mendukung alur cerita penuh ketegangan.

The Bell: Panggilan untuk Mati hadir bukan sekadar sebagai film horor biasa yang mengandalkan kejutan sesaat. Kisahnya membawa penonton masuk ke lapisan ketakutan yang berakar pada budaya dan kepercayaan lokal yang jarang diangkat.

Dengan mengusung folklore yang belum banyak tereksplorasi, film ini membangun atmosfer yang terasa asing sekaligus dekat. Sosok Penebok menjadi pusat teror yang lahir dari mitos, memperkuat identitas cerita di tengah derasnya arus konten global.

SINOPSIS:

Cerita bermula dari sebuah lonceng keramat di Belitung yang diyakini mampu mengurung roh-roh jahat. Keberadaannya yang sakral justru terusik ketika sekelompok anak muda nekat mencurinya demi membuat konten.

Tanpa disadari, tindakan tersebut menjadi awal dari petaka yang tak terbayangkan. Sesuatu yang seharusnya tetap tersembunyi kini terlepas, membawa ancaman yang perlahan berubah menjadi nyata.

Dari balik kegelapan, Penebok bangkit setelah terkurung selama ratusan tahun. Sosok hantu tanpa kepala bergaun merah itu mulai menebar teror dengan cara yang mengerikan.

Satu per satu korban berjatuhan dengan kondisi mengenaskan, kepala terpenggal tanpa ampun. Setiap denting lonceng berubah menjadi pertanda kematian yang tak bisa dihindari.

Di tengah kekacauan itu, Danto, Airin, dan Saidah ikut terseret dalam rangkaian peristiwa yang semakin mencekam. Mereka bukan hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian dari ancaman yang terus mendekat.

Teror yang awalnya terbatas kini menyebar hingga ke warga desa. Ketakutan merayap pelan, seolah tak ada tempat aman dari kehadiran Penebok.

 

Namun, bahaya terbesar mungkin bukan hanya sosok yang memburu mereka. Apakah mereka dapat menghentikan sosok Penebok atau malah mereka yang ikut mati dengan kepala terpenggal?

Film The Bell: Panggilan untuk Mati dapat disaksikan di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026. Film ini siap menghadirkan pengalaman horor yang menegangkan sekaligus penuh nuansa misteri.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kelangkaan Obat di Iran Memburuk Akibat Serangan ke Fasilitas Farmasi
• 1 jam lalumatamata.com
thumb
Wajahnya Berubah, Ria Ricis Benarkan Lakukan Operasi Plastik di Hidung
• 20 jam lalucumicumi.com
thumb
Abdul Kadir Kading Sempat Dicopot Prabowo, Kini Janji Perketat Karantina
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
13 Tersangka Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta, 53 Anak Jadi Korban | SAPA MALAM
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Perempuan UMKM Perlu Perisai Hukum dan Finansial untuk Naik Kelas
• 21 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.