Imbas Kekerasan di Daycare Little Aresha, Anggota DPR: Peraturan Harus Diperketat!

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengatakan praktik daycare atau tempat penitipan anak harus dievaluasi secara total dan menyeluruh, imbas adanya kasus kekerasan terhadap sejumlah anak yang dititipkan di sebuah daycare di Yogyakarta.

Dia menegaskan jumlah daycare di Indonesia sangat banyak bahkan mencapai ribuan yang tercatat. Namun, dia menilai belum seluruhnya praktik tersebut memenuhi standar perizinan, prosedur operasional, maupun kualitas yang memadai.

Baca Juga :
Fakta Mengejutkan di Balik Penyekapan ABG di Ancol oleh WNA, Polisi Temukan 321 Vape Narkoba Siap Edar
Anggota DPR Wanti-wanti Badai PHK di Sektor Pemerintah: Negara Tak Boleh Absen

"Karena itu, saya mengusulkan agar peraturan pendirian daycare dan SOP-nya diperbaiki serta diperketat secara signifikan," kata Abdullah dalam keterangan di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Daycare Little Aresha Jogja
Photo :
  • TikTok

Dia mencontohkan praktik daycare di negara-negara seperti Finlandia, Swedia, dan Denmark diatur secara ketat. Selain itu, negara-negara tersebut juga menjadikan daycare sebagai bagian dari sistem perlindungan dan pendidikan anak.

Untuk itu, dia pun mengusulkan agar sistem daycare di Indonesia menggunakan mekanisme profiling atau screening oleh orang tua melalui aplikasi atau platform digital.

Selain itu, dia mengatakan negara perlu memaksimalkan pelayanan daycare, di antaranya memberikan subsidi sebagai bentuk tanggung jawab dalam memenuhi hak hidup layak bagi balita dan anak.

Atas hal itu, dia pun mengecam tindakan kekerasan anak yang dilakukan di daycare Little Aresha, Yogyakarta. Menurut dia, tindakan keji tersebut tidak memiliki kemanusiaan dan melanggar hukum Indonesia.

Sebagai legislator yang membidangi urusan penegakan hukum, dia meminta kepada aparat agar menindak secara maksimal seluruh pihak yang terlibat, baik pengelola maupun pendiri daycare itu.

"Saya juga mendesak instansi yang berwenang lainnya untuk memulihkan trauma fisik maupun psikologis pada anak dan orang tua yang menjadi korban daycare tersebut dengan optimal," kata dia. (Ant)

Baca Juga :
Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Psikologis Buat Korban Kekerasan Daycare
Anggota TNI Dianiaya di Depok Usai Tegur Ibu yang Pukul Anaknya
Bukan Cuma Tak Kantongi Izin, CCTV Daycare Little Aresha Hanya Bisa Diakses di Area Luar oleh Orang Tua

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasan Nasbi Fokus Perkuat Strategi Komunikasi Pemerintah
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Hasan Nasbi Kembali ke Lingkaran Istana sebagai Penasihat Presiden, Tahun Lalu Umumkan Mundur
• 12 jam laludisway.id
thumb
OJK Kantongi Nama Calon Direksi BEI, Seleksi Administrasi Masih Berlangsung
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
IHSG Ditutup Turun 0,32% ke 7.106,52 Hari Ini Senin (27/4), Saham BBCA dan BREN Beda Nasib
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Sisi Gelap Ambisi: Mengapa Sistem 996 Di Tiongkok Harus Dihindari
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.