Jakarta, VIVA – Pengamat politik, Rocky Gerung menghadiri langsung pelantikan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH) di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Senin, 27 April 2026.
Jauh sebelum dilantik menjadi menteri, Jumhur sempat menjadi terdakwa kasus penyebaran berita bohong pada 2021 lalu. Dia bahkan divonis 10 bulan penjara buntut kasus tersebut.
Rocky Gerung sebagai salah satu kolega Jumhur pun buka suara mengenai hal tersebut. Dia menyebut, pelantikan Jumhur ini menjadi penanda bahwa kabinet akan semakin efektif bila di dalamnya ada mantan narapidana (napi).
"Ya, sebagai wakil masyarakat sipil diundang untuk menyaksikan, sekaligus menjadi penanda bahwa kabinet itu juga jadi efektif kalau ada tokoh-tokoh mantan napi," kata Rocky Gerung kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Meski sempat terjerat kasus, Rocky Gerung menyebut Jumhur Hidayat merupakan sosok intelektual. Jumhur, menurut Rocky tepat menduduki jabatan Menteri LH karena menguasai ilmu-ilmu terkait lingkungan.
"Jumhur Hidayat itu mantan narapidana, tapi dia seorang intelektual, dia belajar tentang perburuhan, ekonomi, lingkungan dari ITB," tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat baru di Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Rabu, 27 April 2026.
Salah satu yang dilantik yaitu Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat. Dia dilantik sebagai menteri lingkungan hidup menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.
Sementara, Hanif Faisol mengisi posisi sebagai Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) bidang Pangan.





