VIVA – Saat ini Indonesia tengah dikejutkan dengan peristiwa kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat, pada Senin, 27 April 2026 malam. Insiden tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Bahkan Insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek menyisakan duka dan banyak dari masyarakat bertanya-tanya akan peristiwa tersebut. Lantas, deretan fakta apa saja yang terjadi?
Berikut VIVA rangkum Selasa, 28 April 2026, deretan fakta kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di stasiun Bekasi Timur.
1. Terjadi di Jalur Padat Bekasi Timur
Kecelakaan berlangsung di salah satu jalur tersibuk di wilayah Jabodetabek. Kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang sedang berhenti di stasiun.
Dalam kronologi, kecelakaan ini terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.52 WIB, berawal dari sebuah taksi yang mogok di lintasan dekat Bulak Kapal hingga ditabrak KRL pertama.
2. Gerbong Belakang KRL Hancur Parah
Benturan keras menyebabkan gerbong paling belakang KRL mengalami kerusakan berat. Bahkan, bagian tersebut disebut ringsek akibat hantaman langsung dari lokomotif kereta jarak jauh.
3. Gerbong Khusus Perempuan Jadi Titik Terparah
Gerbong yang mengalami kerusakan paling parah diketahui merupakan gerbong khusus perempuan. Banyak korban ditemukan di bagian ini karena posisinya berada di titik benturan.
4. Penyebab kecelakaan
PT Kereta Api Indonesia (KAI) membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Namun, peristiwa itu diduga dipicu oleh kendaraan lain. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa kejadian bermula dari sebuah taksi yang menabrak KRL di perlintasan sebidang.
"Oh iya, jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal ya," ujarnya.
Bahkan ada sejumlah laporan menyebut KRL sempat berhenti akibat gangguan di jalur, termasuk dugaan insiden di perlintasan dekat lokasi. Kondisi ini membuat kereta di belakang tidak sempat menghindar.
5. Korban Jiwa dan Luka-luka
Insiden ini menyebabkan korban jiwa dan puluhan penumpang mengalami luka-luka. Data terbaru menyebut jumlah korban meninggal mencapai empat orang, sementara puluhan lainnya harus mendapatkan perawatan medis.





