KAI Pastikan Satu Jalur di Stasiun Bekasi Timur Sudah Bisa Dilintasi

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

KAI memastikan satu jalur di Stasiun Bekasi Timur sudah bisa dilalui oleh kereta api usai insiden tabrakan yang melibatkan Argo Bromo dengan KRL CommuterLine. Satu jalur tersebut bisa dilalui secara bergantian.

"Jalur hilirnya telah kita bebaskan. Tadi mungkin teman-teman juga melihat bahwa kereta penolong sudah menarik dari KRL yang tadinya kena temperan dari taksi hijau VinFast, sudah kita tarik," kata Dirut KAI Bobby Rasyidin di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: KNKT Akan Selidiki Penyebab Tabrakan 2 Kereta di Stasiun Bekasi Timur

"Dan kita sedang melakukan pengecekan dari rel dan segera kita akan buka satu jalur ke arah timur. Sekarang dapat dilalui satu jalur," lanjut Bobby.

Pantauan detikcom pukul 02.00 WIB, terlihat memang sudah ada kereta api jarak jauh yang melintas secara berganti di jalur 2 Stasiun Bekasi Timur. Meski bisa melintas, kereta api jarak jauh melaju dengan kecepatan di bawah normal alias pelan.

Kemenhub Minta KNKT Selidiki

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transprtasi (KNKT) dalam insiden tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur. KNKT akan menelusuri penyebab pasti dari insiden tabrakan tersebut.

"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi, melihat secara objektif penyebab dari kecelakaan yang terjadi pada malam hari ini," ujar Menhub Dudy Purwagandhi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4).

Dalam kesempatan yang sama, Dirut KAI Bobby Rasyidin menyampaikan hasil identifikasi sementara menunjukkan bahwa insiden tabrakan ini diawali adanya peristiwa sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Hal ini ditengarai menimbulkan gangguan pada perlintasan.

"Perlu saya sampaikan juga kejadian ini di jam kurang jam 21.00 WIB kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu. Sementara itu kronologinya," ungkap Bobby.

Di lain sisi, Bobby tetap masih menunggu hasil mendalam dari KNKT untuk penyebab pasti insiden tabrakan ini.'

"Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini," tuturnya.




(kuf/azh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Krakatau Steel Panaskan Mesin Pertumbuhan, Akbar Djohan Targetkan Laba US$129 Juta di 2026
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Seleksi ASN 2026 Berubah, Uji Kompetensi Kini Pakai Sistem Digital
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemenhaj Sediakan Klinik Satelit Guna Layani Jemaah Haji dengan Cepat
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BI Ungkap Sektor Kredit Berpeluang Tumbuh, Pertanian hingga Transportasi
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Kota Surabaya 28 April 2026
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.