Jakarta: Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, membenarkan pasukan TNI menembak mati tokoh sentral kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM, Jeki Murib. Penembakan terjadi di Distrik Omukia Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.
Lucky mengatakan Jeki diduga otak sekaligus pembunuh karyawan PT Freeport Indonesia, Simpson Mulia, di Areal Grasberg Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, pada Rabu, 11 maret 2026. Penembakan Jeki dilakukan saat pasukan TNI yang sedang patroli di sekitar Desa Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, tiba-tiba diserang KKB TPNPB-OPM dengan senjata api hingga melukai prajurit TNI.
"Kita melaksanakan kegiatan taktis di lapangan. Pasukan kami ditembak secara brutal dan membabi buta dan di situ kami melakukan pengejaran. Setelah melakukan pengejaran, ternyata kami berhasil menembak mati tokoh sentral OPM di wilayah Ilaga, yaitu Komandan Operasi Kepala Air Kodap 18 Ilaga, Jeki Murib," kata Lucky dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.
Baca Juga :
Jembatan Gantung Nglebur Blora Permudah Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga"Alhamdulillah, Puji Tuhan, mereka bisa kita lumpuhkan," ujar Lucky.
Lucky memastikan personilnya hanya melakukan dua kali tembakan dan tepat sasaran, hingga Jeki tewas di lokasi. Dari ketinggian sekitar Desa Pinapa, diperoleh visual Jeki Murib yang tertembak tengah diseret anggotanya menjauhi lokasi tempat mereka bersembunyi.
Tokoh sentral kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM, Jeki Murib tewas ditembak TNI. Foto: Dok. Istimewa.
Sementara itu, anggota KKB lainnya memilih melarikan diri masuk ke dalam hutan. Berdasarkan informasi sementara, jasad Jeki Murib dibakar oleh pengikutnya.
Lucky memastikan tindakan tegas yang dilakukan terhadap pelaku KKB mengedepankan profesionalisme prajurit. Yakni memilah dan memilih kombat atau kombatan dan non kombatan, mengingat TPNPB-OPM banyak menyandera mama mama hingga anak kecil.
"Sehingga kita harus bisa memilih yang mana yang boleh ditembak dan tidak boleh ditembak. Saya menekankan kepada seluruh prajurit untuk selalu memegang tuguh, role of injudgement, kemudian jangan melanggar HAM, menembak di ujung laras, sehingga mereka bisa menembak kepada sasaran yang terpilih dan yakin bahwa itu OPM bersenjata," ungkap Lucky.
Dia mengaku selalu menekankan kepada prajurit untuk menempatkan keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi atau Salus Populi Suprema Lex Esto. Adapun, informasi tewasnya Jeki Murib diunggah TPNPB-OPM melalui media simpatisan dan berbagai platform media sosial.




