Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Pantau Laporan Laba Perusahaan

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup bervariasi pada Senin (27/4) seiring pasar mengambil jeda di awal pekan yang penuh peristiwa penting, mulai dari laporan laba perusahaan, data ekonomi, keputusan suku bunga Federal Reserve AS, hingga dinamika perang di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 62,67 poin atau 0,13 persen, ke level 49.168,04, S&P 500 (.SPX) naik 8,85 poin atau 0,12 persen ke level 7.173,93, dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 50,50 poin, atau 0,20 persen ke level 24.887,10.

Ketiga indeks utama saham AS tersebut berfluktuasi sepanjang sesi, menunjukkan sedikit keyakinan pada kedua arah setelah reli pekan lalu. S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi terbaru dari serangkaian rekor yang telah ada sebelumnya.

Sesi perdagangan dimulai dengan kondisi S&P 500 yang telah naik lebih dari 100 persen sejak pasar bullish dimulai pada Oktober 2022.

“Pasar hanya mencoba menghadapi reli yang telah berlangsung dan mencerna rekor tertinggi sepanjang masa terbaru yang kami buat pada indeks. Dan pasar sedang mencoba mencari tahu apakah rekor tertinggi sepanjang masa itu memang dapat dibenarkan,” kata manajer portofolio senior di Dakota Wealth Robert Pavlik kepada Reuters, seperti yang dikutip kumparan, Selasa (28/4).

Di sisi lain, musim laporan laba kuartal pertama telah mencapai puncaknya, dengan sejumlah paparan perusahaan profil tinggi dijadwalkan pekan ini termasuk lima dari teknologi, Magnificent Seven, Amazon, Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft.

Investor akan menilai sejauh mana perusahaan-perusahaan ini mulai memetik manfaat dari pengeluaran masif mereka pada kecerdasan buatan (AI).

Hingga Jumat (24/4), 139 perusahaan di S&P 500 telah mengunggah hasil kuartal pertama. Dari jumlah tersebut, 81 persen melampaui estimasi. Analis sekarang melihat pertumbuhan laba agregat S&P 500 sebesar 16,1 persen secara tahunan, naik dari 14,4 persen pada 1 April, menurut LSEG I/B/E/S.

Raymond James pun menyatakan perusahaan yang dijadwalkan melapor minggu ini mencakup sekitar 44 persen dari kapitalisasi pasar S&P 500.

“Proyeksi perusahaan sejauh ini cukup bagus. Kita melihat pertumbuhan laba sebesar 15 persen, dan saya akan mengklasifikasikannya sebagai lingkungan yang sangat baik, kecuali bahwa jalannya menjadi jauh lebih bergelombang,” tambah Pavlik.

Adapun saat ini upaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran terus berlanjut, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump untuk membatalkan perjalanan negosiator ke Islamabad untuk putaran pembicaraan tatap muka lainnya.

Iran terus membatasi pengiriman melalui Selat Hormuz, dengan pejabat Iran menuntut agar Washington mencabut blokadenya sebagai prasyarat untuk negosiasi lebih lanjut.

Pada hari Selasa (28/4), Federal Reserve dijadwalkan untuk berkumpul dalam rapat kebijakan dua hari, yang secara luas diperkirakan akan membuahkan keputusan untuk membiarkan suku bunga tetap tidak berubah.

Pernyataan yang menyertai dan konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell akan dicermati untuk mencari petunjuk mengenai penilaian bank sentral terhadap kesehatan ekonomi AS dan dampak inflasi dari lonjakan harga energi akibat perang AS-Israel terhadap Iran.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, layanan komunikasi menikmati persentase kenaikan terbesar, sementara konsumer staples turun paling banyak.

Verizon naik 1,5 persen menyusul kenaikan prakiraan tahunan perusahaan telekomunikasi tersebut karena penambahan pelanggan yang lebih kuat dari perkiraan.

Saham yang naik melebihi saham yang turun dengan rasio 1,1 banding 1 di NYSE. Terdapat 336 rekor tertinggi baru dan 47 rekor terendah baru di NYSE.

Di Nasdaq, 2.189 saham naik dan 2.499 turun seiring jumlah saham yang menurun melebihi yang menguat dengan rasio 1,14 banding 1. Sementara S&P 500 mencatat 17 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan sembilan rekor terendah baru. Nasdaq Composite mencatat 123 rekor tertinggi baru dan 92 rekor terendah baru.

Volume di bursa AS mencapai 15,59 miliar saham, belum melampaui rata-rata volume harian 20 sesi terakhir di level 18,28 miliar saham.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemilik Lexus di Surabaya yang Didatangi DC Alami Trauma, Akan Jual Mobilnya
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Basarnas Lakukan Evakuasi Nonstop Korban Kecelakaan KA-KRL di Bekasi
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menbud Dorong Diplomasi Budaya Lewat Indonesia-China Cultural Year 2027
• 17 jam laludetik.com
thumb
BRI Super League: Jelang PSBS Biak vs Malut United, Hendri Susilo Bawa Misi Raih Tiga Poin di Sleman
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Basarnas Special Group Diterjunkan Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.