TABLOIDBINTANG.COM - Shalom Razade mendapat tantangan baru dalam dunia seni peran lewat film horor The Bell: Panggilan Untuk Mati. Dalam karya terbaru garapan Jay Sukmo ini, ia dipercaya memerankan dua karakter sekaligus, yakni Isabella, seorang aktivis asal Bangka Belitung, dan sosok mistis Hantu Penebok.
Film produksi MBK Production bersama Sinemata tersebut akan tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026. Proyek ini mengangkat kisah urban legend dari Bangka Belitung yang belum banyak dikenal luas oleh publik.
Artis berusia 27 tahun itu mengaku tertarik mengambil peran ganda karena kedalaman cerita yang ditawarkan, terutama pada karakter hantunya. Ia menilai sosok Penebok tidak sekadar menebar teror, tetapi memiliki latar emosional yang kuat.
"Tapi kenapa awalnya aku tertarik karena ternyata si hantu Penebok ini juga ada alasan kenapa dia mengumpulkan si kepala ini, bukan sekadar teror-teror aja tapi sebenarnya oh ternyata apa hantunya ini sebenarnya punya hati ya," kata Shalom saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/4).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa karakter Isabella dan Penebok memiliki benang merah emosional yang membuatnya tersentuh saat membaca naskah. Menurutnya, motif di balik aksi mengerikan yang dilakukan Penebok justru menghadirkan sisi kemanusiaan.
"Aku nggak pernah melihat ini dari hantu-hantu lain gitu dan aku juga jadi malah jadi terharu pas baca script-nya. Karena ternyata kenapa dia mengumpulkan kepala ini karena ada tujuannya ada ada makna di balik itu. Itu sih yang bikin aku tertarik sama," ucapnya.
Dalam proses pendalaman karakter, putri dari Wulan Guritno ini juga menunjukkan totalitasnya. Ia bahkan mengusulkan penggunaan bahasa Belanda dalam beberapa adegan demi memperkuat latar sejarah tokoh Isabella yang hidup di masa penjajahan.
"Kadang lihat Isabella ini gimana cara sampaikan pesan ke orang Belanda, dan buat kasih tau Isabella ini serius. Makanya saya usul pak pakai bahasa Belanda aja ya," jelasnya.
Film ini sendiri berkisah tentang sebuah lonceng keramat di Belitung yang diyakini mampu mengurung roh jahat. Namun, sekelompok kreator konten justru mencurinya demi popularitas. Tindakan tersebut tanpa disadari membebaskan Penebok, entitas tanpa kepala berbalut gaun merah yang kemudian meneror dan memburu manusia dengan cara mengerikan.
Produser film, Aris Muda, menegaskan bahwa kisah ini diangkat untuk memperkenalkan sosok hantu lokal yang belum banyak diangkat ke layar lebar. "Nggak pernah ada liga film horor Indonesia yang angkat Hantu Penebok. Kami mau hantu ini diketahui oleh masyarakat, yang nggak cuma soal pocong, kuntilanak, dan lain-lain," kata Aris.
Selain Shalom, film ini juga dibintangi oleh Givina Lukita, Ratu Sofya, dan Mathias Muchus.




