Grid.ID - Video siswa SMPN 1 Tanjungsari Sumedang yang putus sekolah demi bantu keluarga mendadak mencuri perhatian. Netizen bahkan mencoba membantu dengan viralkan ke Dedi Mulyadi.
Usut punya usut, identitas siswa SMPN 1 Tanjungsari Sumedang yang putus sekolah itu bernama Ikhsan. Dala, video viral yang diunggah akun TikTok @8imazing, terlihat Ikhsan menangis saat melakukan perpisahan dengan teman-teman kelasnya.
Saat ia dikerumuni teman-teman laki-lakinya, Ikhsan sempat menunduk dan menyeka air mata. Meski begitu ia berusaha untuk tegar dan menyembunyikan kesedihannya.
Dan ya, teman-teman kelasnya pun tak kuasa menahan tangis dan terus mencoba menyemangi Ikhsan. Dan gegara hal itu pula para siswa dan netizen mencoba mencarikan solusi dari permasalahan tersebut.
Salah satunya yakni dengan viralkan ke Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat. Ya, hal itu dilakukan agar siswa yang dimaksud bisa mendapat bantuan.
Bahkan netizen juga mencoba meminta bantuan ke Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.
Ikhsan sendiri terpaksa putus sekolah demi membantu keluarga. Yakni dengan cara berjualan di Alun-alun Tanjungsari tepatnya di depan Kantor Damkar Sumedang.
Selama ini di mata teman-temannya, Ikhsan adalah sosok siswa yang rajin. Namun apa daya, himpitan ekonomi membuat Ikhsan harus rela melepas bangku pendidikan.
“Kami harap bapa bisa membantu memviralkan jualannya agar laku dan laris, boleh chek vidio yang ada di akun tiktok kami,” tulis teman-teman kelasnya dikutip Grid.ID dari TikTok @8imazing, Senin (27/4/2026).
Tak hanya itu, teman-teman kelas Ikhsan juga menyampaikan pesan bijak dan mengharukan mengenai perpisahan mereka.
Mereka menyayangkan nasib Ikhsan yang terpaksa putus sekolah demi membantu ekonomi keluarganya.
Meski begitu, teman-teman kelas Ikhsan hanya bisa berdoa dan berharap nasib baik akan datang ke rekannya itu selain diviralkan ke Dedi Mulyadi.
“Rasanya sedih sekali tahu kalau kita gak bisa lagi berjuang bareng di jelas yang sama. Kita mengerti kalau keadaan ini bukan pilihanmu, tapi aku percaya di balik kesulitan ini, kamu sedang dipersiapkan untuk sesuatu yang jauh lebih besar.”
“Jangan pernah merasa rendah diri atau merasa gagal ya, karena kamu sudah melakukan yang terbaik. Kita mungkin sudah tidak satu sekolah, tapi kita akan selalu jadi sahabat.”
“Kalau kamu lagi merasa lelah atau butuh teman bicara, tolong ingat kalau pintu kita selalu terbuka buat kamu. Semangat Ikhsan, kita percaya kamu pasti bisa melewati masa sulut ini.”
“Terima kasih untuk kenangan yang pernah kita rangkai bersama, terima kasih untuk takdir yang mempertemukan kita dan terima kasih sudah saling menguatkan satu sama lain.”
“Selamat berpisah untuk sementara kawan, sampai bertemu kembali di titik kesuksesan.”
“Waktu boleh berlalu, tempat boleh berubah, tapi kenangan yang kita ciptakan di sini akan selalu abadi menjadi sebuah kisah. Terima kasih untuk canda tawa yang telah kita ukir bersama. Kita semua sayang Ikhsan,” tulis pesan bijak teman kelas Ikhsan. (*)
Artikel Asli




