Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengungkapkan masih ada sekitar 6-7 orang yang terjebak akibat insiden tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Dia menambahkan, Kereta Api Argo Bromo Anggrek sudah ditarik mundur.
"Di dalam kereta sekitar 6-7 orang yang masih terjebak di dalam kereta. Kemudian bagian dari Kereta Anggrek sudah dilakukan pemotongan rangkaian dan sudah ditarik mundur," ungkap Bobby dikutip dari Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (28/4/2026).
Bobby mengungkapkan bahwa per pukul 01.00 WIB, korban meninggal dunia tercatat ada 4 orang. "Kemudian yang kita evakuasi didalam kereta itu ada 71 orang, tentunya kita akan melakukan perawatan yang sangat optimal untuk para penumpang yang menjadi korban dan mengalami luka-luka."
Baca juga: Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Bobby memastikan pihaknya akan melakukan proses evakuasi sekuat tenaga pada saat ini. "Seperti yang kita lihat masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta."Baca Juga:Gratis! 4.181 Warga Jateng Kembali ke Perantauan Naik 84 Bus Disiapkan PemprovPada kesempatan itu, Bobby membeberkan kronologi kejadian bahwa peristiwa ini terjadi akibat adanya temperan Taksi Green SM di JPL 85. "Kejadian ini jam 9 kurang, yang diawali dengan adanya temperan taksi green sm (hijau) itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini terganggu."
"Sementara itu kronologinya tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tau penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini," pungkasnya.
#daerah




