KOMPAS.com - Peristiwa yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur membawa duka mendalam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan rasa belasungkawa kepada seluruh korban serta keluarga yang terdampak, sekaligus memahami kegelisahan pelanggan yang menantikan kabar dalam situasi ini.
Sejak awal kejadian, seluruh upaya difokuskan pada penanganan korban dengan prioritas utama keselamatan dan kondisi setiap penumpang, sekaligus memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan secepat mungkin.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyebutkan, jumlah korban tewas akibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, bertambah menjadi tujuh orang hingga pukul 07.00 WIB.
Selain itu, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sementara itu, penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak.
Penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Dalam proses penanganan, KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis bergerak cepat untuk memberikan pertolongan dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secepat mungkin.
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan korban serta percepatan penanganan di lokasi.
“Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga. Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujarnya.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan proses evakuasi terus dilakukan secara maksimal.
Ia menambahkan bahwa KAI menyerahkan proses investigasi kepada KNKT untuk memastikan penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara menyeluruh.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Per pukul 01.04 WIB, jalur hilir pada lintas Bekasi–Tambun telah dapat dilalui kembali untuk perjalanan kereta api.





