JAKARTA, DISWAY.ID - Sosok pemilik Green SM diburu publik usai taksi listrik Vietnam itu diduga menjadi penyebab tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam.
Salah satu unit armadanya disebut memicu kecelakaan maut kereta di Bekasi Timur hingga menyebabkan 14 orang tewas.
Green SM Indonesia (PT Xanh SM Green) merupakan layanan taksi yang menggunakan mobil listrik buatan VinFast.
Di Vietnam, Xanh SM menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar layanan transportasi penumpang yang bersaing dengan Be Group dan Grab Holdings.
Perusahaan ini menyediakan layanan transportasi online berbasis listrik yang terafiliasi dengan GSM (Smart and Green Mobility Joint Stock Company).
BACA JUGA:Green SM Buka Suara soal Taksinya Sebabkan Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Tak Ada Kata Maaf?
Perusahaan yang berada di bawah Vingroup resmi menjajaki pasar Indonesia pada 2024.
Pemilik Green SM Taksi Listrik VietnamPemilik Green SM adalah Pham Thu Houng, istri pendiri sekaligus ketua Vingroup, Pham Nhat Vuong. Di Vingroup, Houng juga menjabat sebagai wakil ketua.
Pham Thu Houng kahir di Hanoi tahun 1969. Sebelum menjaba sebagai Ketua Dewan Direksi di GSM dan Wakil Ketua di Vingroup, Houng dikenal sebagai lulusan hukum internasional dari Universitas Nasional Kyiv, Ukraina.
Pada tahun 1993, Vuong dan Houng resmi menikah dan kini telah dikaruniai tiga anak, yakni Pham Nhat Quan Anh, Pham Nhat Minh Hoang, dan Pham Nhat Minh Anh.
BACA JUGA:Taksi Green SM Buka Suara usai Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur
Berdasarkan Forbes, kekayaan pemilik Green SM mencapai US$2,7 miliar (sekitar Rp46 triliun).
Perjalanan Karier Pemilik Green SM Pham Thu HoungPerjalanan bisnisnya dimulai di Ukraina pada tahun 1993 setelah lulus kuliah di Uni Soviet.
Voung dan Huong menetap di Kharkiv, Ukraina, lalu memulai bisnis dengan membuka restoran Vietnam bernama Thang Long.
Mereka meminjam modal awalsebesar US$10.000 saat krisis ekonomi di Ukraina terjadi.
- 1
- 2
- »





