Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Makkah
PPIH kerahkan 452 armada untuk antar jemput jemaah dari hotel ke Masjidil Haram tanpa henti.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh jemaah haji asal Indonesia akan mendapatkan fasilitas Bus Shalawat selama 24 jam penuh saat berada di Makkah. Layanan transportasi ini disediakan secara merata untuk menjangkau 21 rute yang tersebar di lima wilayah akomodasi utama jemaah.
Penyediaan fasilitas ini merupakan kebijakan khusus pemerintah Indonesia guna mempermudah pergerakan jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya.
Meski regulasi Kerajaan Arab Saudi hanya mewajibkan transportasi bagi jemaah dengan jarak hotel minimal dua kilometer, pemerintah Indonesia memutuskan untuk memberikan layanan tersebut kepada seluruh jemaah.
"Sesuai ketentuan Kerajaan Arab Saudi, jemaah yang jaraknya 2.000 meter itu wajib diberikan transportasi. Namun, pemerintah Indonesia memberikan kebijakan agar seluruh akomodasi diberikan transportasi," ujar Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M, Syarif Rahman, di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, dikutip Selasa, 28 April 2026.
Armada Baru dan Sistem Operasional
Untuk mendukung mobilitas jemaah tahun ini, PPIH mengerahkan sebanyak 452 unit bus kota. Seluruh armada yang digunakan merupakan kendaraan layak jalan dengan usia operasional maksimal lima tahun guna menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.
Syarif menjelaskan bahwa operasional bus menggunakan sistem pergantian shift tanpa henti. Frekuensi keberangkatan bus juga akan ditingkatkan secara signifikan menjelang waktu salat fardu, di mana petugas akan melipatgandakan jumlah armada yang bersiaga di halte-halte sekitar hotel.
"Bus-bus itu beroperasi dari jam 00.00 sampai jam 00.00 kembali. Jadi satuannya adalah hari, bukan putaran," jelas Syarif.
Tiga Terminal Utama
Demi menghindari penumpukan dan kemacetan di area Masjidil Haram, jemaah akan difasilitasi melalui tiga titik pemberhentian akhir (terminal) utama, yaitu Terminal Jiad (Ajyad), Terminal Jabal Ka'bah dan Terminal Syib Amir.
Penentuan terminal ini didasarkan pada wilayah keberangkatan asal jemaah, sehingga alur pergerakan tetap tertib dan terorganisir.
Jadwal Operasional
Layanan Bus Shalawat dijadwalkan mulai beroperasi secara efektif pada 30 April 2026, bertepatan dengan kedatangan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia di Makkah. Fasilitas ini akan terus tersedia hingga seluruh jemaah dari kloter terakhir dipulangkan ke Tanah Air.
Pemerintah berharap jemaah dapat memanfaatkan layanan ini dengan bijak dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran ibadah di Tanah Suci.
Editor: Redaktur TVRINews





