Wapres JD Vance Ragukan Akurasi Laporan Pentagon Terkait Perang Iran

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Washington: Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance dilaporkan telah berulang kali mempertanyakan akurasi pengarahan Pentagon mengenai perang Iran.

Menurut laporan yang dirilis, Vance juga mengatakan kekhawatirannya secara langsung kepada Presiden Donald Trump mengenai kondisi stok rudal Amerika Serikat yang menipis.

Sejumlah penasihat Vance mengungkapkan kepada majalah The Atlantic bahwa sang Wakil Presiden menyampaikan kekhawatiran tersebut sebagai pandangan pribadinya. Langkah ini diambil tanpa menuduh secara langsung Menteri Pertahanan Pete Hegseth maupun Kepala Staf Gabungan Dan Caine telah menyesatkan Presiden Trump.

Selama ini, Trump kerap mengulang poin-poin yang disampaikan oleh Hegseth dan Caine, dengan klaim bahwa AS telah sepenuhnya menghancurkan militer Iran, termasuk angkatan udara dan angkatan lautnya. Trump juga cenderung mengabaikan laporan mengenai kerugian militer yang diderita aset-aset AS di kawasan tersebut akibat serangan Iran.

Kerugian tersebut mencakup terkurasnya stok pencegat rudal AS akibat gelombang serangan pesawat tanpa awak murah dan rudal Iran yang menargetkan posisi AS serta sekutu di seluruh kawasan. Meski demikian, melalui unggahan media sosial pada 2 Maret, Trump mengklaim bahwa persediaan amunisi AS berada pada tingkat terbaik dan jumlahnya hampir tidak terbatas.

"Stok amunisi Amerika Serikat, pada tingkat menengah dan atas, tidak pernah lebih tinggi atau lebih baik. Seperti yang dinyatakan kepada saya hari ini, kita memiliki pasokan senjata-senjata ini yang hampir tidak terbatas," tulis Trump, seperti dikutip Anadolu, Selasa, 28 April 2026.

Trump juga menambahkan bahwa perang dapat dilakukan selamanya dengan sangat sukses hanya dengan menggunakan pasokan tersebut. Namun, analisis independen justru bertentangan dengan pernyataan optimistis tersebut.

Pekan lalu, lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS) merilis laporan yang memperkirakan bahwa diperlukan waktu hingga empat tahun untuk memulihkan stok rudal ke tingkat sebelum perang. Hal ini disebabkan oleh waktu produksi yang lama serta persaingan pengadaan dari negara lain, ditambah fakta bahwa inventaris awal memang sudah rendah saat perang dimulai.

"Bahkan sebelum perang Iran, persediaan sudah dianggap tidak mencukupi untuk pertarungan melawan kompetitor setara. Kekurangan itu kini semakin akut," tulis laporan CSIS tersebut.

Temuan tersebut sejalan dengan informasi dari sumber anonim yang memahami asesmen intelijen AS. Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa klaim Pentagon yang diamini Trump mengenai kehancuran total militer Iran tidak sesuai dengan data intelijen milik AS sendiri.

Data intelijen menunjukkan bahwa Iran masih mengendalikan sekitar dua pertiga angkatan udaranya, sebagian besar kemampuan rudal balistik, serta mayoritas kapal cepat yang digunakan untuk menyebar ranjau dan menyerang kapal dagang di Selat Hormuz. Sejak gencatan senjata antara AS dan Iran berlaku pada 7 April, Iran dilaporkan telah mendapatkan kembali akses ke sekitar setengah dari peluncur rudal balistiknya.

Menanggapi laporan ini, juru bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan bahwa pejabat pertahanan secara konsisten memberikan gambaran yang lengkap dan jujur kepada Presiden. Sementara itu, seorang pejabat senior administrasi Trump menyatakan bahwa Presiden tidak memiliki keraguan terhadap informasi yang diberikan oleh Pentagon terkait perkembangan perang tersebut.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Uji B50 Masuk Tahap Akhir, Penggunaannya Kini Diuji pada Sektor Kereta Api
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Terbaru! Tabrakan KRL di Bekasi, Petugas Evakuasi Korban Terjepit di Gerbong Perempuan
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
KSP Dudung: Sukseskan Program Prioritas Prabowo, Tuntas dan Cepat!
• 2 jam laludisway.id
thumb
Omoda & Jaecoo Kenalkan Teknologi VPD, Mobil Bisa Parkir Sendiri
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Gus Ipul Minta Kepala Daerah Ikut Jaring Calon Siswa Sekolah Rakyat
• 34 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.