JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua yayasan dan kepala sekolah daycare Little Aresha Jogja disebut menjadi inisiator kekerasan anak di tempat penitipan tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian mengatakan ketua yayasan (DK) dan kepala sekolah (AP) daycare Little Aresha Jogja memiliki peran yang krusial.
DK dan AP sebagai petinggi yayasan daycare Little Aresha Jogja menyuruh secara lisan agar para pengasuh melakukan tindakan kekerasan, seperti mengikat anak-anak yang dititipkan.
"Mereka diperintahkan melakukan hal itu (kekerasan) oleh ketua yayasan. Di SOP nggak ada, namun disampaikan secara lisan dan itu semua keterangan dari 11 pengasuh," kata Adrian dalam jumpa pers di Mapolresta Jogja pada Senin, 27 April 2026 sore.
"Ketua yayasan dan kepala sekolah selalu hadir setiap pagi. Mereka melihat langsung para pengasuh melakukan hal tersebut anak-anak. Jadi mereka mengetahui dan menyuruh," sambungnya.
BACA JUGA:UGM Benarkan Salah Satu Dosennya Adalah Penasihat Daycare Little Aresha
Para pengasuh berperan langsung melakukan dugaan penyikasaan terhadap para anak.
Sosok Ketua Yayasan Daycare Little Aresha JogjaAD dalam struktur organisasi daycare di Jogja tersebut masuk ke dalam jajaran sebagai petinggi yayasan dan dewan pembina.
Bahkan, ketua yayasan memiliki gelar Sarjana Ekonomi.
Sedangkan, AP masuk ke dalam struktur organisasi manajemen sekolah dan operasional yang bertanggung jawab atas kurikulum dan teknis harian di lapangan.
BACA JUGA:Penjara Saja Tak Cukup! Kemenham Desak Pelaku Daycare Little Aresha Bayar Ganti Rugi ke Korban
AD memiliki gelar Sarjana Pendidikan sebagai kepala sekolah.
Tersangka Kekerasan Daycare Little Aresha JogjaPolisi telah menetapkan 13 orang tersangka yang seluruhnya perempuan, di antaranya:
- DK (51) ketua yayasan
- AP (42) kepala sekolah
- FN (30) pengasuh
- NF (26) pengasuh
- Lis (34) pengasuh
- EN (26) pengasuh
- SRm (54) pengasuh
- DR (32) pengasuh
- HP (47) pengasuh
- ZA (30) pengasuh
- SRj (50) pengasuh
- DO (31) pengasuh
- DM (28) pengasuh
Sebanyak 53 anak menjadi korban kekerasan di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Polisi menduga adanya dugaan motif ekonomi.
"Termasuk juga motif ekonomi (diusut) karena mereka pemasukan uang. Semakin banyak anak otomatis semakin banyak pemasukan mereka," kata Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia.
- 1
- 2
- »





