Menyulap Sampah Menjadi Berkah: Kisah Haru Ibu Amaliyah dalam Mengurangi Limbah di Kampung Masigit Bersama PNM

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Serang, tvOnenews.com — Berbagai data menunjukan peningkatan tumpukan sampah di TPU dengan berbagai tantangannya, di tengah meningkatnya tantangan tersebut, kesadaran untuk memilah dan mengolah limbah dari rumah selaku penyumbang sampah terbesar untuk TPU menjadi hal yang semakin penting.

Sampah yang selama ini kerap dipandang sebagai masalah, padahal sejatinya dapat diubah menjadi peluang bernilai ekonomi sekaligus membawa dampak positif bagi lingkungan dan sosial.

Di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, seorang nasabah PNM Mekaar mendorong lahirnya solusi permasalahan tersebut dari tingkat akar rumput.

Berawal dari usaha rumahan sejak 2019, Ibu Amaliyah kini tidak hanya mengembangkan bisnisnya, tetapi juga menginisiasi pengolahan sampah yang memberikan nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.

Perjalanan Ibu Amaliyah bersama PNM mulai berkembang pesat sejak mendapatkan pemberdayaan PNM Mekaar pada 2023.

Tidak hanya memperoleh tambahan modal, ia juga mendapatkan pendampingan dan pembinaan yang mendorong peningkatan kapasitas usahanya.

Melalui PNM, ia mengembangkan brand Amalia Kitchen, yakni usaha kue rumahan yang sampahnya ia olah menjadi berbagai hal seperti aromatherapy hingga Sofa ecobrick.

Seiring meningkatnya produksi, muncul tantangan berupa penumpukan sampah, yang kemudian direspons dengan langkah bijak melalui inisiasinya untuk mengajak ibu-ibu lain melakukan pemilahan serupa.

Inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga melahirkan Bank Sampah MATA (Masigit Asri Tanpa Sampah) yang melibatkan masyarakat sekitar.

Dimana 86 anggota bank sampah melakukan penyetoran yang diganjar rupiah untuk setiap kilogram sampah yang disetorkan.

Lebih dari sekadar usaha, Ibu Amaliyah juga menjadikan kegiatan ini sebagai ladang berbagi dengan menyisihkan sebagian keuntungan untuk dhuafa dan anak yatim.

Dengan penuh haru, ia mengungkapkan, “Saya tidak pernah menyangka yang awalnya hanya ibu-ibu dasteran yang ngumpulin sampah, kini bisa sampai jadi juara Mekaarpreneur. Alhamdulillah, dari kegiatan sederhana ini saya justru bisa berbagi dan memberi manfaat untuk orang lain.”

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menambahkan, “Apa yang dilakukan Ibu Amaliyah adalah gambaran nyata dari semangat yang ingin terus PNM tumbuhkan. Dari hal sederhana, dapur rumahan, bisa lahir dampak yang luas, bukan hanya menguatkan ekonomi keluarga, tapi juga menghadirkan kepedulian sosial dan menjaga lingkungan di sekitar.” Ujar Dodot.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kondisi Andrie Yunus Berangsur Pulih Usai Jadi Korban Penyiraman Air Keras
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Sinopsis Love & 10 Million Dollars Episode 1 dan 2, Davina Ditawar 10 Juta Dollar: Bertahan atau Lepas dari Pernikahan Neraka
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Mengenal Lebih Jauh ETF Emas yang Bakal Meluncur di BEI Mei 2026
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
RSUD Kota Bekasi Terima Korban Tabrakan KA vs KRL, Ambulans Berdatangan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Fairuz A Rafiq Ungkap Batasan Keluarga Suami dalam Rumah Tangga
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.