Polisi mengungkap penyebab taksi VinFast berhenti di perlintasan kereta Jalan Ampera, Bekasi. Taksi itu kemudian ditabrak KRL hingga mengakibatkan insiden tabrakan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, mengatakan taksi tersebut mengalami korsleting pada roda sehingga tidak bisa melaju.
"Korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, di mana permasalahan itu terjadi tepat di perlintasan Ampera, perlintasan kereta api di Ampera," kata Sandhi di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
"Akibat dari permasalahan kendaraan tersebut, terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut dan mengganggu proses perjalanan kereta api lainnya," lanjut Sandhi.
Menurutnya, KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi tersebut diduga mengirim sinyal yang salah ke kereta api lain yang akan melintas.
"Namun, akibatnya karena perjalanan kereta api lainnya terganggu, KRL yang menunggu proses evakuasi, mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat kepada KA Argo Bromo Anggrek, yang saat itu melintas dengan kecepatan 110 km/jam," pungkasnya.
Sebelumnya, seorang warga, Saman (55), mengatakan bahwa mobil taksi tersebut saat itu melintas dari arah timur menuju barat melalui perlintasan Ampera. Namun, saat akan melintas, mobil tiba-tiba berhenti mendadak.
Warga yang menjaga perlintasan kereta tersebut lalu meneriaki sopir taksi. Sebab, ada kereta yang hendak lewat.
"Taksi mati, dihidupkan tidak bisa. Tadi posisinya memang tidak kelihatan kereta. Penjaga ini teriak, 'sudah keluar, keluar'. Didorong-dorong tidak kuat, akhirnya keburu datang kereta, akhirnya menabrak," ucap dia.
Mobil taksi tersebut akhirnya terseret hingga kurang lebih sejauh 100 meter. Sementara sopir taksi berhasil keluar dari mobil tersebut.
"Sopir aman, dibawa sama polisi, sama penjaga palang pintu rel," tuturnya.





