Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengungkap rencana percepatan pembangunan flyover di kawasan perlintasan kereta sebidang Bekasi Timur, usai insiden tabrakan kereta. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 220 miliar.
Hal itu disampaikan Tri saat ditemui di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4).
Menurut Tri, pembangunan flyover menjadi solusi untuk mengatasi tingginya angka kecelakaan di kawasan Bulak Kapal–Ampera.
“Makanya salah satu solusinya adalah memang sudah diinisiasi untuk melakukan pembangunan flyover. Pemerintah daerah sudah selesai terkait dengan pembebasan lahannya, hampir kurang lebih Rp 100 miliar lebih. Kemudian dari provinsi tahun ini sudah dianggarkan Rp 30 miliar tahap satu dan akan diselesaikan tahun depan,” kata Tri.
Ia menyebut, pemerintah pusat melalui arahan Presiden akan membantu percepatan pendanaan.
“Tapi tadi malam arahan Pak Dasco [Wakil Ketua DPR], beliau akan menggunakan dana Banpres (Bantuan Presiden), dan kekurangannya mungkin sekitar Rp 220 miliar kalau bisa dikeluarkan insyaallah dalam kurun waktu 6 bulan ke depan itu akan sudah selesai pembangunan flyover yang ada. Artinya bahwa pengguna jalan lebih aman, lebih nyaman, selamat ya. Dan tentu perjalanan kereta api pun tidak akan terganggu ya, karena kemudian betul-betul perlintasan itu harus sudah memang ditutup,” lanjut dia.
Tri menjelaskan, tingginya frekuensi perjalanan kereta di lokasi tersebut membuat perlintasan rawan kecelakaan.
“Karena memang pola perjalanan keretanya itu kurang dari 10 menit, makanya begitu cepat posisi antara KRL dan kemudian kereta yang berikutnya. Sementara fungsi stasiun di Bekasi Timur itu tidak memiliki untuk mengubah apa, mengubah rel, karena relnya tetap itu hanya double track jadi tidak bisa sewaktu-waktu untuk dipindahkan. Jadi itulah kondisi yang ada,” ujar dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti banyaknya perlintasan kereta yang tidak dijaga di Bekasi. Ia menyetujui usulan pembangunan flyover sebagai langkah untuk meningkatkan keselamatan.
“Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya, banyak tidak dijaga," kata Prabowo usai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).
Kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin (27/4) malam itu menjadi salah satu pemicu percepatan proyek tersebut, di tengah masih berlangsungnya proses penanganan korban dan investigasi penyebab insiden.





