Grid.ID - Kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur para Senin (27/4/2025) menimbulkan duka mendalam. PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengonfirmasi jumlah korban jiwa dan luka-luka.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa 14 penumpang meninggal dunia, sedangkan 84 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Karena benturan paling parah terjadi di gerbong khusus perempuan, seluruh korban jiwa adalah perempuan.
"Jadi jumlah korban itu ada 14 orang meninggal dunia. Ada 84 yang luka-luka," kata Bobby dalam konferensi pers pada Selasa (28/4/2026).
"100% yang kita evakuasi perempuan," lanjut Bobby.
Selain itu, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka telah dibawa ke delapan rumah sakit dan kini sedang dirawat secara intensif.
"Ada 84 yang luka-luka. Nah, 84 yang luka-luka ini itu sebagian besar masih dirawat di 8 rumah sakit," tambah Bobby.
Ia menegaskan KAI berkomitmen memberikan pelayanan medis terbaik agar para korban luka bisa segera pulih dan kembali beraktivitas.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini.
"Pertama-tama sekali lagi kami ingin mengucapkan duka cita, atas meninggalnya beberapa penumpang kereta api di Stasiun Bekasi Timur ini. Dan juga kami mendoakan agar para korban, atau saudara-saudara kita yang mengalami luka-luka dapat segera diberikan kesembuhan," ucap Dudy.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI telah membuka posko tanggap darurat untuk membantu keluarga korban dan memberikan informasi terbaru.
"Dan kami akan extend pos tanggap darurat ini selama 2 minggu ke depan, 14 hari, dan itu akan ada di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur ini," pungkas Bobby. (*)
Artikel Asli




