Jenguk Anak Sakit Berujung Maut, Nuryati Tewas dalam Tabrakan KA Argo Bromo-KRL

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Nuryati (62), salah satu korban tewas dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, diketahui tengah dalam perjalanan untuk menjenguk anaknya yang sakit di Cikarang.

Perempuan yang tinggal di Jalan Kalibaru Timur, Kemayoran, Jakarta Pusat itu berangkat pada Senin (27/4/2026) malam bersama satu anak dan satu cucunya.

Anak pertama Nuryati, Halimah (41), mengungkapkan bahwa sebelum berangkat, ibunya sempat singgah di rumahnya.

Baca juga: 4 dari 14 Korban Tewas KRL–KA di Bekasi Warga Jakarta

Mereka bahkan masih berbincang santai soal kegiatan warga.

“(Ibu) Mau ke Cikarang, ke tempat adik saya, mau nengokin adik saya yang sakit, di rumah sakit, kan dirawat. Sampai sekitar pukul 06.30 WIB itu masih di sini di rumah saya. Sama lagi ngomongin masalah PKK, bahas masalah PKK kan mau ada kegiatan," ungkap Halimah saat ditemui Kompas.com di rumah duka, Selasa (28/4/2026).

Menurut Halimah, ibunya dikenal aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungan tempat tinggal.

Selain PKK, Nuryati juga terlibat sebagai kader jumantik, posyandu, hingga pengajian.

“Mama itu memang orang yang aktif di wilayah," katanya.

Baca juga: 10 Jam Terjebak di Gerbong Hancur, Kisah Endang Selamat dari Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi

Kabar buruk mulai diterima keluarga sekitar pukul 21.00 WIB.

Halimah mendapat telepon dari adiknya yang mengabarkan bahwa sang ibu dalam kondisi pingsan.

Namun, pada panggilan berikutnya, kondisi Nuryati disebut semakin memburuk.

“Pas saya telepon kedua, 'mama sudah tidak sadarkan diri, mbak,' bilang gitu, terus sudah pucat. Terus saya telepon lagi, 'sudah tidak ada kayaknya mbak',” ucapnya.

Berdasarkan cerita dari adiknya, Nuryati tidak berada di gerbong paling belakang, namun tetap terdampak keras saat benturan terjadi.

Baca juga: 10 Jenazah Korban Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Dibawa ke RS Polri

"Kata adik saya enggak paling belakang (posisi gerbong). Cuma mungkin berapa gerbong dari belakang. Pas benturan yang ditabrak dari tabrakan kereta itu, ya bikin agak terpental kata adik saya," ungkapnya.

Saat proses evakuasi, Nuryati disebut menjadi salah satu korban terakhir yang mendapatkan pertolongan karena terjebak di dalam gerbong.

"Jadi itu kata adik, di kereta itu kan gelap ya, tidak ada sirkulasi udara. Jadi Mama tuh penolongannya terakhir kata adik saya, enggak ada yang nolongin, jadi laki-laki yang pada itu pada menyalamatkan diri semua. Sedangkan kalau adik saya sama ponakan saya itu lewat jendela," ujarnya.

Baca juga: Basarnas: Seluruh Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur Perempuan

Halimah menduga, sang ibu meninggal dunia akibat kehabisan oksigen di dalam gerbong yang gelap dan minim ventilasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jadi kata adik saya tinggal sedikit doang yang ada di dalam. Jadi karena Mama enggak berhasil (dievakuasi) lewat jendela, kan otomatis lewat pintu," imbuhnya.

"Nah kata adik pas pintunya berhasil terbuka, tinggal sisa berapa orang doang yang ada di dalam. Mungkin karena Mama kehabisan oksigen di dalam," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wapres Gibran Dorong Digitalisasi Pesantren Saat Terima Silaturahmi Keluarga Miftahul Huda II di Istana
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Menteri PPPA Usul Gerbong KA Khusus Wanita di Tengah, Ini Respons AHY
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Yulius Patandianan Dorong Percepatan Fasilitas Kesehatan di Makassar demi Pemerataan Akses
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Layar 12,3 Inci Jadi Pusat Kendali Kabin Mitsubishi Destinator
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Interaksi dengan Korban Kecelakaan Kereta Api di RSUD Bekasi, Pastikan Beri Kompensasi
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.