KAI Buka Posko Tanggap Darurat di Stasiun Gambir dan Bekasi Timur Selama 2 Minggu ke Depan

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka posko tanggap darurat di Stasiun Gambir dan Bekasi Timur selama 2 minggu ke depan, menyusul kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di stasiun Bekasi Timur.

Bobby Rasyidin Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia mengatakan posko dibuat untuk mendata dan memberikan informasi seputar penanganan kecelakaan tersebut.

“Selanjutnya juga untuk pos tanggap darurat sampai hari ini ada di stasiun Bekasi, juga ada di call center 121 kami. Dan kami akan extend pos tanggap darurat ini selama 2 minggu ke depan, 14 hari dan itu akan ada di stasiun Gambir dan di stasiun Bekasi Timur,” ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Bobby juga memastikan kereta Argo Anggrek sudah selesai dievakuasi. Di mana rangkaian lokomotif yang ringsek akibat kecelakaan sudah dipisahkan dan dipindahkan.

“Dari kami evakuasi dari kereta Argo Anggrek sudah kami bisa lakukan 100 persen, sekarang kalau dilihat juga lokomotifnya sudah lepas dari rangkaian terakhir KRL yang terdampak dan jalur hilirnya juga dari tadi malam juga sudah kita buka, dan bisa beroperasi normal,” katanya.

Meski begitu hingga kini, operasi kereta api belum berjalan nomal. Akses ke Stasiun Bekasi Timur masih ditutup dan KRL hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi.

“Walaupun untuk sementara waktu sampai waktu yang kami akan tentukan, yang akan ditentukan lagi commuter line atau KRL akan ditutup dulu. Akan ditutup dulu dan stasiun terakhir, layanan terakhir adalah stasiun Bekasi,” ujarnya.

Sebelumnya pengoperasian KA Jarak jauh akan dilakukan setelah proses evaluasi terkait peralatan dan fasilitas penunjang perjalanan kereta selesai dilakukan. Evaluasi dan pengecekan dianggap penting untuk memastikan kesiapan dan keamanan perjalanan ke depan.

“Kita evaluasi. Kita cek satu persatu komponennya, kita cek satu persatu sistemnya ya. Segera jika semua sudah comply dengan aturan dengan UIC standar, kita akan jalankan,” ujarnya.

Soal penyebab terjadinya kecelakaan pihak KAI menyerahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

KAI juga memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal, dan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka, juga biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.

Total korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur adalah 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka. Dinyatakan 100 persen korban yang dievakuasi adalah perempuan dan dewasa.(lea/lta/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rachel Vennya Cari Kontrakan untuk Adik, Imbas Rumah Anaknya Dijual Okin?
• 3 jam lalucumicumi.com
thumb
15 Orang Meninggal Akibat Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi
• 3 jam laludetik.com
thumb
Iran Perlahan Kembali Lanjutkan Penerbangan Komersial di Bandara Teheran
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Keluarga Korban Kecelakaan Kereta, Nuryati Meninggal Terpental Jatuh di Perlintasan
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Dasco Ungkap 29 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Dievakuasi ke RS
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.