JAKARTA, KOMPAS.com – Layanan jasa antar berbasis media sosial kini mulai bermunculan di tingkat lokal, salah satunya hadir di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Melalui akun TikTok Pasmingskuy, dua anak muda, Rizky (25) dan Safna (23), menawarkan jasa antar makanan, minuman, hingga pengambilan barang dengan tarif mulai Rp 5.000.
Mengusung nama Pasmingskuy, layanan yang digawangi oleh dua anak muda ini menawarkan kemudahan bagi siapa saja yang ingin membeli makanan hingga mengirim barang.
Baca juga: Jenguk Anak Sakit Berujung Maut, Nuryati Tewas dalam Tabrakan KA Argo Bromo-KRL
Meski harus bersaing dengan raksasa aplikasi ojek online (ojol) yang sudah mapan, Pasmingskuy justru hadir mengisi celah bagi para pelanggan yang sering kali kesulitan mendapatkan pengemudi atau sekadar ingin jajan di warung pinggir jalan.
Berawal dari Ide Sederhana Anak MudaRizky dan Safna menjelaskan, nama Pasmingskuy diambil dari wilayah Pasar Minggu sebagai basis layanan, dipadukan dengan istilah “skuy” yang identik dengan ajakan bergerak atau berangkat.
Keduanya menyebut konsep ini memang dibuat agar terasa dekat dengan target pasar mereka yang mayoritas mahasiswa dan anak muda.
Safna menuturkan, ide membuat jasa antar ini muncul dari pengalaman pribadi saat menggunakan layanan online.
Ia mengaku kadang merasa sulit mendapatkan pengemudi, terutama untuk pesanan di area tertentu.
Dari situ, muncul gagasan untuk membuat layanan serupa dengan cakupan yang lebih kecil.
“Kalau dari saya pribadi ya saya kalau memposisikan diri saya sebagai customer, saya merasa kalau order sesuatu dari ojek online, makin ke sini makin sulit untuk dapat driver-nya gitu," kata dia.
Berbekal pemikiran tersebut, pada awalnya mereka hanya bergerak berdua menggunakan satu sepeda motor untuk melayani area Pasar Minggu.
Tanpa diduga, respons dari media sosial begitu besar sejak hari pertama. Pesanan pertama justru datang saat momen yang tidak terduga.
"Itu juga bahkan first order-nya juga kebetulan kita lagi makan di Pasming. Terus ada pesan masuk dia bilang mau jajanan di sekitar Unas (Universitas Nasional). Yaudah kita langsung berangkat," katanya.
Baca juga: Kereta Terlambat Imbas Tabrakan, Penumpang Hilangkan Bosan dengan Main Uno di Stasiun
Bahkan momen tersebut masih membekas hingga sekarang.
"Enggak terlalu nyangka, kita tuh bener-bener enggak nyangka banget. Pokoknya sampai sekarang juga kita masih enggak nyangka. Bahkan tiap notif tuh kita kayak ketawa terus karena ini seriusan," ungkap Safna.
Tarif Rp 5.000 dan Area LayananSalah satu daya tarik utama Pasmingskuy adalah ongkos kirim yang murah, yakni Rp 5.000.
Pada awalnya, tarif ini diberlakukan tanpa batas wilayah yang jelas. Namun, setelah evaluasi harian, mereka mulai menetapkan area khusus.
“Jadi itu tiap malamnya kita tuh evaluasi masuk akal enggak harganya Rp 5.000 sampai akhirnya kita udah tentukan Rp 5.000 tuh wilayahnya apa saja gitu di luar itu ada fee tambahan. Ada ongkir tambahan," kata Rizki.
Untuk saat ini, tarif Rp 5.000 berlaku di wilayah Jatipadang, Siaga, Pejaten, Pejaten Barat, Pejaten Timur, Pasar Minggu, hingga Poltangan.
Jika di luar wilayah tersebut, pelanggan dikenakan biaya tambahan sesuai jarak dan kebutuhan.
Sistem Pembayaran dan Antisipasi Order FiktifKarena belum berbasis aplikasi, pembayaran dilakukan di awal untuk meminimalkan risiko pesanan fiktif.
“Kalau kita sistemnya menerima payment di awal terus pakai estimasi harga barangnya atau pesanannya," katanya.
Menurut mereka, minimal transfer harus sesuai harga barang yang akan dibelanjakan.
Baca juga: 10 Jam Terjebak di Gerbong Hancur, Kisah Endang Selamat dari Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi
Sebagai gambaran, jika pelanggan memesan barang berupa sabun cuci muka di minimarket dengan kisaran harga Rp 35.000–Rp 40.000, maka pembayaran awal akan disesuaikan dengan estimasi harga tersebut, misalnya Rp 35.000.
Sementara itu, ongkos kirim bisa dibayar saat pesanan selesai atau langsung dibayar penuh di awal. Untuk pesanan yang mengharuskan masuk ke mal, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 20.000.





