Tas Ditemukan, Gita Belum Pulang

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Bagi keluarganya, tas itu bukan sekadar barang tertinggal. Tas itu menjadi jejak terakhir Gita setelah kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan rangkaian kereta komuter di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.

Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 13.30 WIB, Rajihun (63), kakek Gita, masih terus mencari keberadaan cucunya. Ia mendatangi rumah sakit rujukan korban kecelakaan, tetapi belum mendapat kabar yang menenangkan. Nama Gita belum ditemukan dalam daftar korban luka. Ia juga belum teridentifikasi di antara korban meninggal.

“Semua isi tas masih lengkap, ada dompet dan handphone, tetapi di dompetnya ada darah,” ujar Rajihun saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Selasa siang.

Sebelum hilang kontak, Gita sempat memberi kabar kepada keluarganya. Mahasiswi berusia 21 tahun itu baru pulang kuliah dari kawasan Rawamangun dan hendak kembali ke rumahnya di Cibitung, Kabupaten Bekasi. Dari dalam kereta, ia mengirim pesan WhatsApp bahwa rangkaian yang ditumpanginya berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam pesan terakhir itu, Gita meminta ayahnya bersiap menjemput di Stasiun Cibitung sekitar 10 menit kemudian. Namun, Gita tidak pernah tiba. Kabar yang ditunggu keluarga berubah menjadi kecemasan panjang.

Selain RSUD Bekasi, keluarga telah berupaya mencari Gita ke sejumlah rumah sakit yang tertera sebagai rujukan korban kecelakaan. Namun, hingga Selasa siang, upaya itu belum membuahkan hasil. “Sudah kami cari di seluruh rumah sakit, tetapi Gita tidak ada,” katanya.

Orangtua Gita juga mengunjungi rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk memantau proses identifikasi korban meninggal dunia. Mereka berharap mendapatkan kepastian mengenai keberadaan putrinya.

Baca JugaKronologi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur

Sementara itu, Iqbal berharap kondisi sepupunya, Endang Kuswati (41), segera membaik setelah menjadi korban kecelakaan kereta dan sempat terjebak berjam-jam di dalam gerbong saat insiden tabrakan pada Senin (27/4/2026) malam.

Endang kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bekasi. Menurut Iqbal, korban sempat menghubungi keluarga pada Senin pukul 22.00 WIB untuk mengabarkan dirinya berada di dalam kereta yang mengalami kecelakaan.

“Dia menelepon, bilang kalau dirinya jadi salah satu korban di kereta tersebut,” ujar Iqbal di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Dari keterangan yang disampaikan Endang kepada keluarga, peristiwa terjadi secara tiba-tiba saat ia dalam perjalanan pulang kerja dari kawasan Pasar Baru menuju Cibitung. Saat kejadian, Endang berada di gerbong 10.

Mendapat kabar tersebut, pihak keluarga langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Namun, hingga Selasa sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, mereka belum juga memperoleh kepastian mengenai keberadaan korban.

Kepastian baru didapat setelah keluarga menerima foto dari lokasi kejadian yang memperlihatkan Endang masih berada di dalam gerbong dalam kondisi lemas dan telah menggunakan bantuan oksigen.

Baca JugaSejumlah Kereta Jarak Jauh Batal Berangkat, MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian

Iqbal menjelaskan, posisi Endang yang berada di bagian belakang rangkaian kereta membuat proses evakuasi berlangsung lebih lama. Korban baru berhasil dikeluarkan sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB pada Selasa pagi.

“Saudara saya jadi salah satu dari tiga orang terakhir yang berhasil ditarik dari kereta tersebut,” katanya.

Setelah berhasil dievakuasi, Endang langsung dibawa ke RSUD Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, ia masih menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen, untuk memastikan kondisi cederanya. “Untuk kondisi sekarang, korban sedang dirontgen karena kami belum mengetahui apakah ada patah tulang atau cedera lainnya,” ujar Iqbal.

Iqbal menambahkan, selama terjebak kurang lebih 10 jam, tubuh Endang mengalami pembengkakan. Meski demikian, kondisinya mulai menunjukkan perbaikan dan sudah dapat berkomunikasi dengan keluarga.

“Sudah bisa diajak ngobrol dan menjelaskan kronologinya, cuma memang masih cukup lemas,” ujarnya.

Data sementara menunjukkan para korban luka masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya. Di RS Bella Bekasi, misalnya, tercatat empat orang menjalani perawatan, sementara dua korban dirawat di RS Hermina Bekasi. Tiga korban lainnya berada di RSUD Mitra Plumbon.

Jumlah korban terbanyak dirawat di RSUD Bekasi, yakni mencapai 50 orang. Selain itu, enam korban dirawat di RS Primaya Bekasi Timur, dua orang di Siloam Bekasi Timur 2, satu korban di RS Bhakti Kartini, serta lima lainnya di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Baca JugaDua Kecelakaan Saling Terkait dalam Tragedi di Stasiun Bekasi Timur
Evaluasi

Polda Metro Jaya mencatat jumlah korban tewas dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, mencapai 15 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 10 jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati oleh tim gabungan Dokkes Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Bekasi Kota.

Selain korban meninggal, tercatat sebanyak 88 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 28 orang di antaranya telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia juga telah menjenguk korban luka di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4/2026) siang.

Usai menjenguk korban, Rosan menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

“Pertama-tama kami sangat prihatin atas kejadian kecelakaan kereta api yang terjadi semalam. Kami juga menyampaikan duka cita atas korban meninggal dunia, yang saat ini tercatat sebanyak 15 orang, serta korban luka yang mencapai 88 orang,” ujarnya.

KAI akan bertanggung jawab penuh terhadap hak-hak korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.

Ia menambahkan, KAI akan bertanggung jawab penuh terhadap hak-hak korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.

Selain itu, Rosan memastikan akan dilakukan asesmen menyeluruh terhadap operasional perkeretaapian, bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Kami akan melakukan evaluasi secara keseluruhan bersama kementerian dan badan terkait, untuk memastikan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi kereta api di Indonesia,” ujarnya.

Baca JugaData Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 14 Orang Tewas, 84 Luka


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Netizen Oman Jemawa Jelang Lawan Timnas Indonesia jelang FIFA Matchday di Jakarta
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 28 April 2026, Cek Syarat dan Biayanya
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Digiserve Gandeng DBM Works, Bawa Teknologi Keamanan Siber Korea untuk Perkuat Ekosistem Digital Indonesia
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Korban tabrakan kereta api dirawat di tiga RS di Bekasi
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
PLN Latih Pengelola Wisata Air Candirejo Tingkatkan Standar Keselamatan
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.