BMKG Ungkap Potensi Awan Cumulonimbus 29 April-5 Mei 2026, Zona Cuaca Ekstrem Menguat di Jawa

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi awan cumulonimbus (Sumber: Envato/chuyu2014)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi , Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi cuaca ekstrem masih mengintai Indonesia pada periode 29 April hingga 5 Mei 2026. 

Meski cakupan wilayah dengan kategori frequent (FRQ >75%) semakin menyempit, justru lokasinya kini bergeser ke titik-titik strategis, termasuk kawasan sekitar Pulau Jawa yang padat aktivitas.

Baca Juga: BMKG Rilis Potensi Hujan hingga 4 Mei 2026: Pulau Jawa Siaga, Hujan Lebat Masih Mengintai

Kondisi ini menjadi perhatian karena awan Cumulonimbus (Cb)—pemicu hujan lebat, petir, dan angin kencang—terdeteksi dominan di jalur laut utama dan wilayah selatan Jawa, yang berisiko mengganggu transportasi dan aktivitas masyarakat.

Zona Intensitas Tinggi Fokus di Wilayah Strategis

BMKG mencatat wilayah dengan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus kategori tinggi meliputi Laut Banda, Laut Jawa bagian timur, Samudra Hindia selatan Banten, serta Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Masuknya Laut Jawa bagian timur dalam kategori FRQ menjadi sorotan penting. 

Wilayah ini merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di Indonesia, sehingga potensi cuaca ekstrem dapat berdampak langsung pada mobilitas logistik dan transportasi laut.

Sementara itu, kawasan selatan Jawa—mulai dari Banten hingga Jawa Timur—juga dikenal rawan terhadap gelombang tinggi dan badai laut, terutama saat aktivitas awan konvektif meningkat.

Awan Cumulonimbus sendiri merupakan jenis awan dengan pertumbuhan vertikal tinggi yang mampu menghasilkan hujan lebat dalam waktu singkat.

Fenomena ini sering disertai kilat atau petir serta angin kencang, bahkan dalam kondisi tertentu dapat memicu hujan es dan gangguan jarak pandang.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG: Potensi Banjir Rob di Wilayah Pesisir Indonesia 28 April sampai 13 Mei 2026

Sebaran Luas Masih Mencakup Hampir Seluruh Indonesia

Di luar kategori FRQ, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kategori occasional (OCNL 50–75%), yang menunjukkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus masih cukup luas.

Di Sumatera, wilayah terdampak mencakup Aceh, Bengkulu, Jambi, Lampung, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, hingga Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Pulau Jawa menjadi salah satu wilayah dengan cakupan luas, meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Bali juga termasuk dalam wilayah yang berpotensi.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : BMKG

Tag
  • BMKG
  • awan Cumulonimbus
  • cuaca 29 April 5 Mei 2026
  • prakiraan cuaca BMKG
  • hujan lebat Indonesia
  • cuaca ekstrem Jawa
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Tewas Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Jadi 4 Orang
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Perkuat Strategi Ekspansi, MNC Digital Entertainment (MSIN) Siap Listing di Bursa Hong Kong
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Pernah Berhubungan Seks dengan 101 Pria dalam Sehari, Wanita Ini Bersyukur Masih Ada Laki-Laki yang Mencintainya dan Kini Punya Pacar Baru
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Aliran Listrik KAI Lintas Cibitung-Bekasi Timur Dimatikan Imbas Tabrakan Kereta
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Sosok Nurlaela Guru SD yang Jadi Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.