Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

okezone.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam perang yang berlangsung antara Washington dan Teheran. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Iran menimbulkan kerusakan yang jauh lebih dahsyat terhadap instalasi militer AS di Timur Tengah dari yang diakui Pentagon selama ini.

Laporan dari NBC News tersebut didasarkan pada temuan dari lembaga think tank konservatif American Enterprise Institute (AEI), serta wawancara dengan tiga pejabat AS, dua ajudan Kongres, dan satu orang lain yang mengetahui skala kerusakan tersebut. Laporan ini juga memunculkan sorotan baru terhadap Pemerintahan Presiden Donald Trump mengenai skala sebenarnya dari kerugian militer dan manusia akibat serangan balasan Iran.

Menurut laporan tersebut, Iran menyerang lebih dari 100 target di 11 pangkalan AS di Timur Tengah, termasuk lokasi di Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait. Dua pejabat mengatakan kepada NBC News bahwa insiden dengan jet F-5 itu adalah "pertama kalinya pesawat sayap tetap (fixed-wing) musuh menyerang pangkalan militer Amerika dalam beberapa tahun terakhir."

Baca Juga :
Laporan: Perang di Iran Kuras Stok Rudal Strategis AS ke Tingkat Kritis

Jet tempur F-5 adalah pesawat tua yang mulai diproduksi pada 1959, hampir 70 tahun lalu. Secara teknologi, pesawat ini tertinggal sangat jauh dari sistem pertahanan udara dan jet-jet tempur yang dioperasikan AS saat ini, termasuk rudal Patriot dan F-16.

Jika laporan mengenai jet tempur jadul yang berhasil melakukan pengeboman terhadap pangkalan AS tanpa ditembak jatuh ini terkonfirmasi, hal tersebut akan menimbulkan pertanyaan besar pada keefektifan sistem pertahanan udara AS, terutama di negara-negara Teluk.

Klaim dalam laporan NBC News ini juga sangat kontras dengan pernyataan Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada pengarahan Pentagon tanggal 30 Maret, ketika ia mengatakan kepada wartawan bahwa rudal Iran tidak akan mencapai targetnya. "Hampir tidak ada yang dapat mereka lakukan secara militer. Ya, mereka masih akan menembakkan beberapa rudal, tetapi kami akan menembak jatuh rudal-rudal tersebut," ujarnya saat itu.

Baca Juga :
Viral! Trump Disebut Nyaris Aktifkan Kode Nuklir ke Iran, Dihentikan Jenderal AS

Kerusakan Perang Dilaporkan Melebihi USD 5 Miliar

Penilaian AEI memperkirakan bahwa Iran menyebabkan kerusakan lebih dari USD 5 miliar (sekitar Rp79 triliun) selama serangan tersebut. Tak hanya itu, serangan itu juga dilaporkan menewaskan 13 anggota militer AS dan menyebabkan hampir 400 lainnya luka-luka, berdasarkan perhitungan terbaru.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia-Estonia Jajaki Kerja Sama Dekarbonisasi dan Digitalisasi Sektor Maritim
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sesuai Dibantai Persija, Milomir Seslija Ungkap Peluang Persis Lolos dari Degradasi: Masih Ada 12 Poin yang Tersedia!
• 8 jam lalubola.com
thumb
Dibuka Menguat, Rupiah Diproyeksi Terkoreksi ke Rp 17.300 per Dolar AS
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menhub Pastikan Percepatan Evakuasi Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Cek Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini 28 April 2026, BMKG Prediksi Turun Hujan
• 16 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.