Pelajaran Penting dari Kecelakaan Kereta di Bekasi, Komut KAI: Mesin Mobil Mati Kalau Melintas di Rel

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, DISWAY.ID -- Kecelakaan kereta melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Commuter Line (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, membuat semua pihak tersentak.

Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Said Aqil Siradj, mengatakan bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Menurutnya semua pengendara mulai dari sopir mobil hingga masinis, patut mengambil pelajaran penting betapa pentingnya keselamatan bersama di jalanan.

"Baik bagi sopir-sopir mobil, pengendara mobil, maupun masinis semuanya harus mengambil pelajaran yang sangat berharga ini. Karena tidak akan terjadi kalau kita hati-hati atau betul-betul waspada," ujarnya di RSUD Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026.

BACA JUGA:Siapin Tabungan! 5SOS Bakal Konser di Jakarta November 2026, Harga Tiket Paling Murah Rp900 Ribu

Mesin Mobil akan Mati Jika di Tengah Rel Kereta

Said Aqil pun menyoroti peran taksi listrik Green SM saat peristiwa terjadi. Ia mengimbau kepada semua pengendara untuk tidak terlalu dekat dengan plang kereta api.

Pasalnya, kata dia, kendaraan seperti mobil jika mendekat dan melintasi rel kereta maka mesin akan mati mendadak.

Apalagi, sambung Said, mobil listrik yang membawa baterai dan motor sangat riskan terkena dampak dari medan elektromagnetik hasil gesekan antara roda kereta dengan rel itu sendiri.

"Kalau sudah jelas kereta dekat, mobil itu melintas pasti mati mesinnya. Apalagi mobil listrik, mobil apa, mesinnya mati. Pasti. Karena ada getaran dari mesin lokomotif. Mudah-mudahan tidak terulang lagi," tuturnya.

BACA JUGA:RS Polri Masih Kesulitan Ungkap Identitas Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur

Mayoritas Korban Syok Kecelakaan Kereta Tiba-tiba Terjadi

Saat menilik para korban kecelakaan di RSUD Kota Bekasi, kata Said Aqil, semuanya tidak ada yang menyangka bahwa peristiwa maut ini akan terjadi.

"Yang saya tanya tadi 8 orang tadi ya, nggak ada yang mengira. Tahu-tahu 'brak'. Tapi memang ada tanda-tanda apa alarm ada. Hanya saja ya nggak mungkin kereta ngerem," tuturnya.

Ia bilang, sebelum peristiwa maut terjadi tanda alarm darurat sudah dibunyikan. Namun tidak bisa dipungkiri jika kereta dapat mengerem secara mendadak.

"Nggak mungkin kereta ngerem. Yang salah taksi yang menyeberang," tegasnya.

BACA JUGA:15 Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Tersebar di 4 Rumah Sakit Ini, Cek Daftarnya

Kondisi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Ada yang Perlu Dioperasi
  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS-Iran Cekcok di PBB Soal Program Nuklir
• 3 jam laludetik.com
thumb
John Herdman Panggil Rizky Eka untuk TC Timnas Indonesia
• 2 jam lalucelebesmedia.id
thumb
KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
• 14 jam lalukompas.com
thumb
PLN Latih Pengelola Wisata Air Candirejo Tingkatkan Standar Keselamatan
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
MERATA 2026 Resmi Dimulai, Pemkot Kediri Tekankan Efisiensi dan Dampak Nyata
• 7 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.