Bisnis.com, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan PT Bank Sampah Banjarnegara untuk hilirisasi teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).
Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan bahwa riset nasional harus bertransformasi menjadi solusi konkret bagi industri dan masyarakat. Dia menuturkan bahwa inovasi tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi harus memberikan hasil nyata yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
“Riset tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus menghasilkan outcome yang nyata. Inovasi harus mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan memperkuat industri dalam negeri untuk menggantikan produk impor,” dikutip dari situs resmi BRIN, Selasa (28/4/2026).
Melalui lisensi ini, PT Bank Sampah Banjarnegara akan mengadopsi teknologi Bentonite Teraktivasi Garam sebagai katalis utama untuk mengkonversi limbah plastik menjadi bahan bakar cair lewat metode pirolisis.
Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Hendrian, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem inovasi yang aplikatif. Selain teknologi katalis, dia juga menyebutkan berbagai inovasi lain, seperti xanthan gum dan biosains berbasis enzim, yang mulai banyak dilirik oleh sektor farmasi serta kosmetik.
Teknologi katalis ini merupakan buah karya tim inventor dari Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PR SIMB) BRIN yang terdiri dari Nugroho Adi Sasongko, Heru Susanto, dan Ratna Etie Puspita Dewi. Inovasi ini memanfaatkan mineral lokal bentonite yang diaktivasi menggunakan garam dapur (NaCl).
Dalam kesempatan terpisah, Nugroho menjelaskan lebih rinci tentang aspek teknis keunggulan teknologi ini plastik menjadi BBM. Penggunaan bahan aktivator sederhana membuat katalis bersifat tidak korosif, sehingga jauh lebih aman bagi ketahanan mesin industri karena tidak melibatkan logam berat maupun asam kuat.
Selain itu, proses sintesisnya yang relatif mudah dan efisien, teknologi ini terbukti mampu meningkatkan hasil produksi bahan bakar secara signifikan. Dengan tingkat stabilitas yang tinggi, inovasi ini menjadi solusi ramah lingkungan yang mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus efektif menekan volume limbah plastik.
Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi (DASAT) BRIN, Edi Hilmawan, menilai bahwa kemitraan dengan PT Bank Sampah Banjarnegara merupakan praktik baik (best practice) dalam validasi dan hilirisasi teknologi. Dia menekankan bahwa pola kerja sama yang berorientasi pada kebutuhan lapangan seperti ini akan terus didorong agar manfaat riset BRIN dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.





