Kapolri Rapat dengan Menteri Kabinet, Bahas Dampak Ekskalasi Global

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar rapat lintas sektoral bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas dampak ekskalasi global terhadap kondisi dalam negeri.

Rapat tersebut dihadiri antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Kementerian Dalam Negeri, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi hingga Pertamina.

“Baru saja kami melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas terkait dengan isu-isu yang tentunya harus kami ikuti terkait dengan dampak ekskalasi global yang tentunya juga berdampak terhadap situasi di dalam negeri," kata Kapolri dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional Selama 1 Jam

Dalam rapat tersebut, para pemangku kebijakan memaparkan kondisi terkini serta langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, khususnya di sektor ekonomi.

Sigit mengatakan, pemerintah saat ini berupaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang telah berada di kisaran 5 persen, sekaligus mendorong agar angka tersebut terus meningkat.

“Khususnya dalam menjaga agar pertumbuhan ekonomi kita yang saat ini sudah berada di angka 5 persen, dan pemerintah terus mendorong agar ini terus tumbuh," ujarnya.

Baca juga: Kapolri Minta Brimob Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat di Tengah Dinamika Global

Selain itu, berbagai program kebijakan pemerintah, termasuk yang tercantum dalam agenda Astacita, juga menjadi fokus untuk terus dijalankan secara optimal.

Menurut Sigit, rapat koordinasi ini memberikan gambaran bagi aparat dan pemerintah untuk melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi risiko yang dapat muncul akibat dinamika global.

“Dan Alhamdulillah dengan gambaran yang kami peroleh, maka kita tentunya memiliki gambaran untuk kemudian melakukan mitigasi terhadap berbagai macam isu ke depan," ujar dia.

Baca juga: Kapolri Minta Brimob Pelajari Situasi Global, Antisipasi Dampak ke Dalam Negeri

Ia menambahkan, Indonesia saat ini dinilai masih memiliki ketahanan yang cukup baik dalam menghadapi tekanan global.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan agar capaian yang telah diraih pemerintah dapat dipertahankan.

“Kita masih memiliki ketahanan yang baik dan tentunya ini harus kita pertahankan. Namun juga kita tetap terus waspada terhadap eskalasi yang ada," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakil Ketua DPR dan Kapolda Metro pantau evakuasi kecelakaan kereta
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Hukuman Eks Ibu Negara Korsel Diperberat Jadi 4 Tahun Penjara
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Chat Terakhir Bu Guru Nurlela, Korban Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur
• 13 jam lalukompas.com
thumb
10 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Sudah Diterima RS Polri
• 12 jam laludetik.com
thumb
Detik-detik Kecelakaan Kereta di Bekasi Terekam Penumpang KA Argo Bromo
• 17 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.