Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menargetkan perubahan wajah 15 pasar di Surabaya, menjadi lebih bersih dan nyaman pada 2027 mendatang.
Eri menerangkan bahwa pada saat ini ada lima pasar yang ditargetkan penyelesaian revitalisasi. Selain Pasar Tembok Dukuh, revitalisasi juga ditarget selesai di Pasar Kembang, Pasar Babakan, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simogunung.
“Kita mulai mengubah pasar di Surabaya yang kumuh jadi lebih bersih dan nyaman untuk bertransaksi. Karena itu saya berharap, tahun 2027, seluruh pasar di Surabaya sudah harus berubah,” katanya, Selasa (28/4/2026).
Penataan ini, lanjut Eri, dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari percepatan peningkatan kualitas pasar seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 21 Tahun 2021, tentang Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan, yang mendorong pasar rakyat menjadi lebih bersih, tertata, dan berdaya saing.
Selain itu, fungsi penataan stan pasar ini sekaligus untuk menghilangkan praktik pasar tumpah di tepi jalan yang mengganggu fungsi jalan dan menyebabkan kemacetan.
“Secara bertahap, Pemkot Surabaya menargetkan perubahan wajah pasar tradisional menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman. Pada tahun 2026 ditargetkan sekitar 15 pasar akan direvitalisasi,” tambahnya.
Penataan pasar juga akan didukung dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) seperti, wajib dilakukan pembersihan area setelah aktivitas perdagangan selesai, termasuk penyemprotan serta pengelolaan limbah ke saluran yang telah disediakan.
Sementara itu, Agus Priyo Direktur Utama PD Pasar Surya memambahkan, ada dua pasar di Surabaya yang mulai menunjukkan perubahan jadi lebih bersih dan tertata yakni, Pasar Kapasan dan Pasar Kendangsari.
Agus menyampaikan, fokus revitalisasi yang dilakukan Pemkot Surabaya seperti perbaikan infrastruktur lantai dan atap yang selama ini jadi keluhan utama.
“Fokus perbaikan meliputi infrastruktur dasar seperti lantai dan atap, yang selama ini menjadi keluhan utama. Penataan juga dilakukan pada area stan, baik melalui penyesuaian maupun optimalisasi ruang,” tutupnya. (kir/saf/ipg)




