Bandung, VIVA – Persaingan memperebutkan takhta juara Super League semakin memanas. Penyerang asing Persib Bandung, Sergio Castel, menegaskan bahwa timnya sudah tidak memiliki ruang untuk melakukan kesalahan sekecil apa pun di sisa musim ini.
Castel memasang target tinggi dengan menyapu bersih lima pertandingan terakhir demi memastikan gelar juara tetap berlabuh di Bandung. Saat ini, Maung Bandung memang masih memuncaki klasemen dengan 66 poin, namun posisi mereka ditempel ketat oleh Borneo FC yang mengoleksi poin identik.
"Target kami sebagai tim, kami harus menang dalam lima pertandingan terakhir. Saya pikir kami mampu melakukannya. Fokus kami adalah menang, tak peduli bagaimana caranya, kami hanya perlu memastikan diri jadi juara," tegas Castel dikutip dari laman resmi I.League, Selasa.
Persib sebenarnya sempat memiliki margin poin, namun dua hasil imbang beruntun melawan Dewa United (2-2) dan Arema FC (0-0) membuat Pesut Etam berhasil menyamakan kedudukan. Beruntung, Persib masih unggul secara head-to-head atas tim asuhan Fabio Lefundes tersebut.
Castel menyadari bahwa sekali saja terpeleset, Borneo FC yang tengah dalam tren positif usai melibas PSM Makassar dan Semen Padang siap mengkudeta posisi puncak.
"Kami masih di urutan pertama, tidak ada yang berubah. Tapi kami sudah kehilangan kesempatan untuk melakukan kesalahan. Jadi, seperti yang saya katakan, kami harus menang di setiap pertandingan," ujar pemain yang baru bergabung di putaran kedua itu.
Ujian terdekat Persib dipastikan tidak akan mudah. Mereka harus bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Kamis, 30 April 2026. Sang lawan tengah dalam performa impresif dengan catatan tujuh kemenangan dari sembilan laga terakhir.
Menghadapi tantangan tersebut, Castel meminta rekan-rekannya untuk tetap waspada dan bekerja ekstra keras. "Kami harus fokus, bekerja keras dalam latihan dan memenangkan setiap pertandingan," pungkasnya.
Laga krusial di Kota Bandar Lampung ini akan menjadi pembuktian bagi skuad asuhan Bojan Hodak, apakah mereka mampu mempertahankan mentalitas juara di tengah tekanan hebat dari para pesaingnya.





