Jepang-Korea Kurang Tenaga Kerja, Lansia Jadi Tulang Punggung Ekonomi

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah banyaknya populasi berusia tua di Jepang dan Korea Selatan, pekerja lansia menjadi tulang punggung baru pasar tenaga kerja.

Namun, sistem ketenagakerjaan yang belum beradaptasi membuat banyak dari mereka menghadapi pilihan sulit antara terus bekerja dengan kondisi yang menurun, atau keluar dari pasar kerja tanpa jaminan yang memadai.

Lansia Produktif Jadi Norma Baru

Kisah warga Jepang bernama Honda Tamiko, 93 tahun, yang masih bekerja sebagai petugas kebersihan di restoran McDonald's di Kumamoto mencerminkan tren yang makin menguat. Di Jepang dan Korea Selatan, bekerja di usia lanjut bukan lagi pengecualian, melainkan fenomena yang semakin umum terjadi.

Lebih dari 25% warga Jepang dan hampir 40% warga Korea Selatan berusia di atas 65 tahun masih aktif bekerja, jumlah tertinggi diantara negara-negara OECD.

Sistem Lama Menjadi Hambatan

Meski kebutuhan akan pekerja lansia meningkat, sistem ketenagakerjaan belum sepenuhnya mendukung. Struktur upah berbasis senioritas di Jepang dan Korea Selatan membuat perusahaan enggan mempertahankan pekerja senior dalam posisi penuh waktu.

Sebagai solusi, banyak perusahaan memilih mempekerjakan kembali pekerja lansia dengan kontrak sementara, gaji lebih rendah, dan tanggung jawab terbatas. Ini menciptakan kesenjangan antara pengalaman yang dimiliki pekerja dan kualitas pekerjaan yang tersedia.

Baca: Pemerintah Siapkan Solusi Ringankan Beban Gen Sandwich RI

Diskriminasi usia juga menjadi hambatan serius, terutama di Korea Selatan, di mana norma sosial dan hukum masih cenderung mentoleransi praktik tersebut. Akibatnya, banyak pekerja lansia beralih ke pekerjaan berupah rendah seperti kebersihan, keamanan, atau perawatan terlepas dari pengalaman profesional mereka sebelumnya.

Kebijakan Pemerintah dan Perusahaan

Sejumlah inisiatif mulai bermunculan. Pemerintah Korea Selatan mendanai lebih dari satu juta pekerjaan paruh waktu bagi lansia sebagai bentuk semi-bantuan sosial. Program seperti Seoul 50Plus Foundation membantu pekerja yang mendekati pensiun merencanakan karier kedua, termasuk pelatihan teknologi seperti AI.

Di Jepang, lebih dari 1.300 Silver Human Resource Centres membantu mencocokkan lansia dengan pekerjaan yang sesuai. Pemerintah juga mendorong perusahaan untuk memperpanjang usia kerja hingga 65 tahun, bahkan hingga 70 tahun dalam beberapa kebijakan terbaru.

 

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Temui Korban, Prabowo Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki 1.800 Perlintasan Kereta di Jawa Cegah Kecelakaan
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
AHY Ungkap Jalur Kereta Bekasi-Cikarang Bisa Normal Lagi Malam Ini
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadi Jalur Strategis Dunia, Selat Malaka Disebut Rentan Konflik Global
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Stok Beras di Jakarta 47.449 Ton, Pemprov DKI Jamin Kebutuhan Warga Aman
• 3 jam laludetik.com
thumb
Iran Bilang AS Tak Bisa Lagi Mendikte Negara Lain
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.